JEMBRANAEXPRESS.COM – Dugaan skandal proyek fiktif melibatkan oknum pegawai Dinas Pariwisata mencoreng citra birokrasi di Klungkung, Bali.
Kali ini, Dinas Pariwisata Klungkung menjadi sorotan setelah muncul indikasi kuat penyimpangan anggaran dalam sejumlah program yang tercatat pada APBD tahun 2024 dan 2025.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, terdapat 21 kegiatan belanja modal yang tersebar di sejumlah titik destinasi wisata Nusa Penida pada 2024, dengan total anggaran lebih dari Rp 1,1 miliar.
Ironisnya, sebagian besar proyek tersebut diduga tidak pernah terlaksana, namun tetap dicairkan anggarannya.
Salah satu proyek yang paling mencolok adalah pengadaan papan peringatan di kawasan wisata.
“Misalnya, disebutkan proyek dilakukan di Broken Beach, tapi foto justru menunjukkan Atuh Beach. Ini jelas janggal,” ungkap sumber internal di lingkungan dinas, Selasa (8/7/2025).
Lebih jauh, sumber juga menyebut adanya dugaan pemalsuan tanda tangan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) guna memperlancar pencairan anggaran.
Hal ini pertama kali terdeteksi saat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit aset pada awal tahun ini.
Tidak hanya pada tahun anggaran 2024, praktik serupa juga terindikasi terjadi di tahun 2025.
Empat kegiatan baru yang tidak diketahui oleh PPTK muncul dalam laporan keuangan, namun dana sudah cair. Nilainya mencapai lebih dari Rp 107 juta, termasuk proyek pengadaan papan peringatan di Pantai Mangrove, Tanjung Sanghiyang, dan Dream Beach, serta pengadaan lampu taman di salah satu objek wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Ni Made Sulistiawati, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan internal terkait dugaan pemalsuan dokumen dan proyek fiktif.
Ia pun langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pemeriksaan awal bersama Sekretaris Dinas dan PPTK.
“Hasil awal menunjukkan adanya pemalsuan tanda tangan dan pelaporan fiktif pada sedikitnya tiga kegiatan, dan kami sudah lakukan langkah-langkah pengamanan,” jelasnya.
Dengan nada kecewa, Sulistiawati mengaku merasa dikhianati oleh oknum internal. “Saya sedang berjuang membangun citra pariwisata Klungkung. Tapi justru dikhianati oleh rekan sendiri,” tuturnya lirih.(*)
Editor : Suharnanto