JEMBRANAEXPRESS.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga Maulana Yoga Saputra ,17, seorang santri yang terseret ombak asal Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, Jepara.
Remaja tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Bondo pada Jumat sore, 11 Juli 2025.
Menurut informasi yang dihimpun, Maulana tengah menghabiskan waktu libur bersama dua temannya, yakni Muhammad Abid Mutholibin ,17, dari Desa Papasan dan Muhammad Ibnu Rafi ,17, asal Bandung.
Mereka bertiga nekat berenang di kawasan pantai yang dikenal memiliki ombak tinggi dan arus kuat.
Saat asyik bermain air di bibir pantai, tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret Maulana ke tengah laut.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergegas memberikan pertolongan dan menghubungi tim SAR.
Evakuasi korban dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB dengan menyisir garis pantai. Maulana ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulut dan hidung.
Meskipun sempat diberikan pertolongan pertama, nyawa remaja tersebut tak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Bangsri.
Sementara itu, dua temannya berhasil diselamatkan dan masih menjalani observasi medis di puskesmas.
Kapolsek Bangsri mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Hasil visum menunjukkan korban murni tenggelam, tidak ada luka atau bekas kekerasan," jelasnya.
Pantai Bondo, Jepara, memang kerap menjadi lokasi kecelakaan laut. Dengan gelombang mencapai 1 hingga 1,5 meter, pantai ini tergolong rawan dan sering memakan korban jiwa, terutama saat musim ombak besar.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, aparat desa dan relawan SAR berencana memperbanyak papan peringatan di titik-titik rawan di sepanjang pantai.
Warga dan wisatawan juga diimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari berenang di zona bahaya.(*)
Editor : Suharnanto