Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Jajaran Dispar Klungkung Bakal Gak Bisa Tidur, Polres Mulai Sidik Kasus Dugaan Korupsi Proyek Fiktif

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 24 Juli 2025 | 05:14 WIB
Ditengah proses pengungkapan dugaan korupsi proyek fiktif di Dispar Klungkung mendadak ada palang peringatan di obyek wisata Nusa Penida.
Ditengah proses pengungkapan dugaan korupsi proyek fiktif di Dispar Klungkung mendadak ada palang peringatan di obyek wisata Nusa Penida.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Kasus dugaan proyek fiktif di Dinas Pariwisata Klungkung sebesar Rp1 miliar mulai memasuki tahap penyelidikan intensif.

 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung terus bergerak cepat untuk mengusut tuntas indikasi penyimpangan anggaran di sektor pariwisata tersebut.

 

Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Made Teddy Satria Permana, pada Rabu (23/7/2025), membenarkan bahwa timnya telah melakukan penelusuran lapangan, terutama di wilayah Nusa Penida yang menjadi pusat aktivitas pariwisata Kabupaten Klungkung.

 

"Kami baru turun dari Nusa Penida, fokus mengumpulkan tambahan data. Minggu ini kami juga mulai melakukan pemanggilan terhadap pihak Dinas Pariwisata terkait klarifikasi kegiatan," jelas AKP Teddy.

Langkah ini menjadi bagian dari penyidikan dugaan korupsi anggaran pariwisata Klungkung, menyusul laporan adanya sejumlah program yang tercantum dalam dokumen APBD 2024–2025 namun diduga tidak dilaksanakan, meskipun anggarannya tetap dicairkan.

 

Informasi yang beredar menyebutkan, sedikitnya terdapat 21 kegiatan belanja modal yang menjadi sorotan.

Kegiatan tersebut tersebar di berbagai titik destinasi wisata di Nusa Penida, dengan total nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1,1 miliar.

 

 

Mirisnya, beberapa proyek yang tercantum dalam perencanaan, seperti pembangunan papan informasi wisata, tidak diketahui proses realisasinya oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di internal dinas.

Sejumlah lokasi yang seharusnya terpasang fasilitas tersebut, justru tidak ditemukan keberadaannya di lapangan.

 

Kasus ini semakin menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan anggaran daerah.

 

Masyarakat dan pegiat pariwisata berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas skandal proyek fiktif Dinas Pariwisata Klungkung dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.(*)

Editor : Suharnanto
#Dispar #penyidikan dugaan korupsi #klungkung #dinas pariwisata #anggaran pariwisata #Proyek Fiktif