JEMBRANAEXPRESS.COM – Perkelahian antar pemuda pecah di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, pada Jumat dini hari (25/7/2025).
Tak urung aksi perkelahian antarpemuda yang berujung pada aksi penusukan brutal ini membuat situasi di kawasan wisata tersebut sempat mencekam.
Polisi bergerak cepat dan mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Ketiga pemuda tersebut diketahui berinisial MNTR alias Tito ,24, asal Banyuwangi, SH alias Sotil ,24, asal Pasuruan, dan MRP alias Reza ,25, asal Medan.
Ketiganya kini telah diamankan Unit Reskrim Polresta Denpasar untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.
Kronologi Awal: Cekcok Berujung Adu Jotos
Kejadian bermula dari cekcok antara Tito dan Reza, sekitar pukul 00.30 WITA. Menurut saksi bernama Prayoga Nur Isnadi ,30, ia menerima telepon dari Reza yang mengaku akan didatangi Tito.
Tidak lama kemudian, Tito datang bersama seorang rekannya dan langsung memancing pertengkaran yang memanas di depan sebuah restoran di lokasi.
Adu mulut berubah menjadi baku hantam, hingga tiba-tiba sekitar 15 orang tak dikenal datang dan memperkeruh keadaan.
Salah satu dari mereka yang mengenakan baju putih menghantam wajah Reza dengan batu, menyebabkan luka robek di bibir serta gigi patah.
Penusukan di Tengah Keributan
Melihat Reza dikeroyok, SH alias Sotil mencoba melerai. Namun nahas, seorang pria berbaju hitam mendekat dan menikam Sotil dari belakang menggunakan pisau lipat.
Pelaku penusukan langsung melarikan diri dari tempat kejadian. Massa yang datang bersama pelaku pun kabur setelah situasi makin tak terkendali.
Polisi Amankan Tiga Pemuda Luka-luka
Polisi yang datang ke lokasi kejadian kemudian mengamankan tiga pemuda yang mengalami luka-luka, yaitu Tito, Reza, dan Sotil.
Dari hasil pemeriksaan awal:
- Tito mengalami luka ringan di bagian wajah,
- Reza mengalami luka robek di bibir atas dan gigi patah,
- Sotil mengalami luka tusuk di bagian punggung.
Menurut Tito, dirinya hanya ingin menyelesaikan persoalan pribadi dengan Reza. Sementara Reza mengklaim dirinya justru diseret dan dikeroyok oleh teman-teman Tito.
Sotil mengaku niat awalnya hanya ingin melerai pertengkaran, namun justru menjadi korban penikaman.(*)
Editor : Suharnanto