JEMBRANAEXPRESS.COM – Gubernur Bali Wayan Koster membantah tegas isu lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung akan diubah menjadi mal mewah.
Koster memastikan, setelah proses pengolahan seluruh sampah rampung, lahan eks TPA tersebut akan direvitalisasi menjadi taman kota yang bisa dinikmati masyarakat.
"Siapa bilang bikin mal? Enggak ada itu, mengada-ada saja," tegas Koster saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/8/2025).
Menurut Koster, keberadaan TPA di kawasan strategis Kota Denpasar sudah tidak layak, apalagi Bali adalah destinasi wisata dunia.
Sejak menjabat pada periode pertama, ia telah mendorong penutupan TPA Suwung, meskipun kewenangannya saat itu berada di Pemkot Denpasar.
"Kan malu sebagai daerah wisata, di pusat kota kok ada tumpukan sampah. Ini sudah enggak pantas," ujarnya.
Saat ini, pengelolaan sampah diambil alih Pemprov Bali dengan sistem terpadu. Pemkot Denpasar akan membangun 4.700 teba modern, memperbanyak Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R), serta mengoptimalkan TPST yang ada.
Namun, kapasitas pengolahan baru mencapai 500 ton per hari, sedangkan timbunan sampah masih ribuan ton.
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah akan menggunakan teknologi insinerator di Denpasar dan Badung, khususnya di kawasan pariwisata dengan volume sampah tinggi.
"Skenario sudah disiapkan Pak Menteri. Tinggal menunggu Perpres, mudah-mudahan minggu depan selesai. Proses administrasi butuh waktu 6 bulan," kata Koster.
Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan insinerator dimulai awal 2026 dan beroperasi pertengahan 2027. Setelah itu, lahan bekas TPA Suwung akan disulap menjadi taman kota hijau.
"Supaya rapi, nanti bisa jogging di sana," ujarnya sambil memastikan taman tersebut akan menjadi area publik di bawah pengelolaan provinsi, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Koster juga menepis kabar adanya investor besar seperti Taipan Indonesia Sjamsul Nursalim yang terlibat dalam proyek ini. "Bukan," tegasnya.(*)
Editor : Suharnanto