JEMBRANAEXPRESS.COM - Sebuah bangunan kamar suci milik warga di Banjar Yeh Kuning, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, terbakar pada Sabtu (30/8/2025) siang.
Peristiwa tersebut diduga akibat konsleting listrik yang meludeskan perlengkapan upacara keagamaan dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Baca Juga: Gubernur Bali Terima Aspirasi Driver Ojol, Tekankan Jaga Kondusivitas Pulau Dewata
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Pemilik rumah, Ida Bagus Ketut Merta (60), yang saat itu sedang membersihkan halaman, mendengar suara ledakan dari dalam bangunan.
Saat dicek, api sudah membesar dan dengan cepat melalap bangunan berukuran 6 x 6 meter.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana mengatakan, setelah menerima laporan, Regu III Damkar Jembrana langsung menuju lokasi dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Baca Juga: Dua Pendaki Alami Kelelahan di Gunung Batukaru, Berhasil Dievakuasi Tim SAR
“Setiba di lokasi, api sudah membesar. Petugas segera melakukan pemadaman dengan mengerahkan empat armada, terdiri dari dua unit tangki, satu Altora, dan satu Hino Tembak,” ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dengan menghabiskan 11.500 liter air. Api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Adapun sejumlah perlengkapan keagamaan yang terbakar di antaranya rak lemari, buku, tedung, wastra, dulang, serta bokor (tempat banten).
Baca Juga: Lansia Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Trotoar Pelabuhan Gilimanuk
“Kebakaran ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya arus pendek listrik, terutama pada bangunan yang jarang ditempati,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa