JEMBRANAEXPRESS.COM – Perayaan karnaval di Jalan Raya Bantaraman, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berubah mencekam.
Seorang pemuda bernama Muhammad Andri ,23, menjadi korban pembacokan brutal oleh seorang pria asal Desa Besuk Pobolinggo.
Aksi berdarah tersebut sempat terekam video amatir dan menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman, korban terlihat berusaha melarikan diri di tengah keramaian karnaval Probolinggo, namun terjatuh karena padatnya arus lalu lintas.
Saat itulah, pelaku dengan beringas menyerang menggunakan senjata tajam dan melukai korban berkali-kali.
Kepala Desa Kedungsupit, Herman, membenarkan peristiwa tersebut. “Acara semula berjalan lancar. Namun, warga panik begitu ada pembacokan di tengah karnaval,” ungkapnya.
Korban menderita luka serius di bagian punggung dan tangan, lalu segera dilarikan ke RSUD dr. Moh Saleh Probolinggo untuk perawatan intensif.
Menurut Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin, luka paling parah terdapat pada tangan korban akibat sabetan senjata tajam.
Polisi bertindak cepat dan menangkap pelaku berinisial D di rumahnya, Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, pada Senin (1/9) dini hari.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, dan pelaku langsung mengakui perbuatannya.
Berdasarkan keterangan warga, aksi nekat itu dilatarbelakangi cemburu buta. Bendahara Desa Besuk, Muhammad Badrun, mengungkapkan pelaku cemburu karena istrinya sering berkomunikasi lewat telepon dengan korban.
“Karena diliputi rasa cemburu, dia nekat menyerang korban di tengah keramaian karnaval,” kata Badrun.(*)
Editor : Suharnanto