JEMBRANAEXPRESS.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Sosial kabupaten/kota menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir yang melanda Bali sejak Selasa (9/9) hingga Rabu (10/9/2025).
Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani mengatakan meski di Denpasar tidak ada warga yang mengungsi, asesmen tetap dilakukan langsung ke rumah-rumah warga terdampak.
Baca Juga: Banjir Rendam Sejumlah Titik, Wali Kota Denpasar Tetapkan Status Tanggap Darurat
“Warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar seperti selimut, kasur lipat, permakanan, hingga family kit. Selimut sangat dibutuhkan karena banyak yang basah dan warga kedinginan,” jelas Dwipayani saat memantau lokasi banjir di Kelurahan Dauh Puri, Rabu (10/9).
Dwipayani menegaskan, bantuan diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan warga yang sedang sakit.
“Bagi yang punya bayi, lansia, atau warga sakit kami support penuh. Bantuan didistribusikan langsung melalui lurah, sekretaris kelurahan, dan kaling sehingga tepat sasaran,” ungkapnya.
Baca Juga: Tragedi Banjir Bandang di Kuta Utara Badung: Mobil Terseret Masuk Sungai, Suami Selamat Istri Tewas
Distribusi bantuan sudah berjalan di Denpasar, Klungkung, Jembrana, dan beberapa kabupaten lain. Jumlah bantuan masih dalam proses pendataan, namun diperkirakan sudah mencapai 200–500 paket berupa selimut, kasur lipat, makanan, dan family kit.
Selain kebutuhan dasar, penanganan khusus juga diberikan bagi perempuan dan anak. Dua bayi di Kesiman dievakuasi oleh Dinas Sosial Kota Denpasar ke Yayasan Remagi Bali dan mendapat dukungan logistik.
“Bayi tersebut bersama orang tuanya dievakuasi, dan sekarang sudah selamat serta mendapat family kit dan bantuan permakanan,” terang Dwipayani.
Baca Juga: Kuburan di Tabanan Longsor Akibat Hujan Deras, Warga Tutup Jenazah dengan Tanah dan Terpal
Sementara itu, seorang ibu hamil juga dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar karena fasilitas kesehatan di wilayah terdampak belum bisa berfungsi optimal.
Terkait data korban jiwa akibat banjir, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari BPBD Bali.
“Kalau untuk yang meninggal dunia, kami belum mendapatkan data pasti. Kami menunggu informasi resmi dari BPBD,” jelasnya.
Baca Juga: Warga Jembrana Meninggal Tersetrum Listrik Saat Banjir di Banjar Sebual
Dwipayani menambahkan, pihaknya bersama Tagana se-Bali akan terus melakukan pemantauan dan asesmen agar penyaluran bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa