JEMBRANAEXPRESS.COM– Duka akibat banjir bandang di Bali khususnya wilayah Denpasar belum juga usai hingga hari Kamis (12/9/2025).
Setelah dua hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Maimunah ,76, yang terjebak di reruntuhan ruko New Centrum, Jalan Sulawesi, Denpasar Barat saat banjir bandang.
Proses evakuasi berjalan dramatis. Petugas membutuhkan waktu berjam-jam untuk membongkar tumpukan beton dan kayu yang menimpa tubuh korban.
“Benar, jenazah Maimunah sudah ditemukan di lokasi ruko yang ambruk,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.
Jenazah lansia itu kemudian dievakuasi ke RS Prof. Ngoerah Sanglah. Penemuan ini menambah daftar korban tewas akibat banjir di Denpasar menjadi 11 orang.
Daftar Korban Tewas Banjir Denpasar
Korban meninggal datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga lansia.
Berikut identitas korban yang sudah ditemukan:
- 10 September 2025: Nadira ,47, anak Maimunah, ditemukan di Dam Tanah Kilap; Rio ,20, warga Monang-Maning, ditemukan di Beji Gang Anggrek; Ni Wayan Lenyod alias Ibu Kopling ,56, pedagang asal Serangan, ditemukan di Sungai Taman Pancing; dan Ni Ketut Sari alias Dadong Belong ,70, pedagang asal Jalan Kerta Pura, juga ditemukan di Sungai Taman Pancing.
- 11 September 2025: Ni Ketut Merta ,63, pedagang Pasar Kumbasari; Nyoman Sari alias Deloh ,70, pedagang asal Jalan A Yani; Ni Wayan Werni ,58, warga Peguyangan; Tasnim ,43, pemilik ruko di Jalan Sulawesi, dan anaknya Farwa Husein ,32, keduanya ditemukan di Dam Tanah Kilap.
- 12 September 2025: Maimunah ,76, ditemukan di reruntuhan ruko Jalan Sulawesi; serta Ni Wayan Puspa ,82, yang terjebak di rumahnya Jalan Kartini saat banjir melanda.
Baca Juga: Ratusan Pengungsi Banjir di Bali Tersebar di Empat Kabupaten, Rumah Rusak Akan Diganti
Proses Pencarian Masih Berlanjut
Selain korban meninggal, delapan orang mengalami luka ringan akibat terseret arus dan tertimpa benda keras.
Dua korban lainnya, yakni Suwandi ,64, warga Ubung Kaja, dan Made Suwitri ,43, warga Serangan, hingga kini masih dalam pencarian.
Operasi SAR besar-besaran dikerahkan dengan 208 personel gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, relawan, hingga nelayan lokal.
Mereka dibantu alat berat, ekskavator, drone thermal, kano, hingga ambulans untuk menjangkau titik sulit di bantaran Tukad Badung.
Namun kondisi lapangan masih penuh tantangan. Sungai yang keruh, tumpukan puing beton, serta sampah yang menyumbat aliran air memperlambat proses pencarian korban.(*)
Editor : Suharnanto