JEMBRANAEXPRESS.COM – Atap rumah panggung milik Tajudin Nur (64), warga Lingkungan Pettukangan, Kelurahan Loloan Barat, Kecamatan Negara, ambruk pada Rabu (10/9) lalu.
Diduga faktor usia bangunan yang sudah tua ditambah cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang menjadi penyebab robohnya atap rumah tersebut.
Baca Juga: Polres Jembrana dan TNI Gelar Karya Bakti Massal Pasca Banjir di Desa Budeng
Pasca kejadian, kondisi rumah tampak memprihatinkan. Atapnya sudah berhamburan di tanah, menyisakan bagian rumah yang compang-camping.
Rumah tua tersebut merupakan rumah panggung berbahan kayu, bedek, dan papan yang diperkirakan sudah berusia hampir seratus tahun.
“Rumah saya sudah tua dan lapuk. Dari kecil rumah ini sudah ada. Kalau rusak biasanya hanya ditambal sedikit-sedikit,” ujar Tajudin Nur.
Baca Juga: Pasca Banjir, PLN Tetap Bergerak Pastikan Kelistrikan di Jembrana Normal
Beruntung, saat kejadian Tajudin dan istrinya, Aslamiah, berhasil menyelamatkan diri setelah mendengar suara keras dari atap rumah.
Kini mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Tajudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh panol di pantai mengaku tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumahnya.
“Saya cuma buruh di pantai, jadi belum bisa membangun rumah lagi. Semoga ada bantuan,” harapnya.
Kepala Lingkungan Petukangan, Moh Suhairi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan rumah milik warganya memang sudah lapuk dan tidak layak huni. Setelah kejadian, korban langsung dievakuasi.
Pihaknya juga telah melaporkan musibah ini ke Lurah Loloan Barat, Camat Negara, serta BPBD Jembrana untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Kami sudah membantu membersihkan puing-puing reruntuhan dan mengamankan genteng yang masih utuh. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjut dari instansi terkait,” jelas Suhairi.
Peristiwa atap rumah ambruk ini menambah daftar musibah warga akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Jembrana. Pemerintah diharapkan segera memberikan bantuan agar Tajudin dan keluarga bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa