Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Polisi Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalur Wisata Bromo, Kecepatan 80 Km per Jam Tidak Ada Jejak Pengereman

Suharnanto • Rabu, 17 September 2025 | 22:34 WIB
Bus Pariwisata yang kecelakaan di jalur wisata Bromo Probolinggo diduga akibat rem blong.
Bus Pariwisata yang kecelakaan di jalur wisata Bromo Probolinggo diduga akibat rem blong.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Fakta baru terungkap dari hasil penyelidikan sementara kecelakaan maut bus pariwisata IND’S 88 Trans di Jalur Wisata Bromo, Probolinggo.

 

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim melalui tim Traffic Accident Analysis (TAA) menyebutkan tidak ditemukan jejak pengereman di lokasi kejadian kecelakaan.

 

“Olah TKP dilakukan sepanjang 60 meter dari titik awal tabrakan. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bekas pengereman sama sekali,” jelas Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (16/9/2025).

 

Benturan keras membuat bagian kanan bus, terutama area kemudi, rusak parah. Kaca depan dan samping pecah, serta bodi kendaraan ringsek.

Dari perhitungan TAA, bus diperkirakan melaju dengan kecepatan 64–80 km per jam saat kecelakaan.

 

Keterangan korban selamat juga menguatkan temuan tersebut. Mayoritas penumpang yang meninggal duduk di kursi sisi kanan bus berstiker “Black Mamba”.

“Korban duduk di row keempat hingga ke belakang. Sementara saksi yang selamat berada di row 1 hingga 3,” tambah Kombes Pol Iwan.

 

 

Meski begitu, polisi belum menetapkan penyebab pasti maupun tersangka dalam kasus kecelakaan bus pariwisata ini.

 

Dokumen kendaraan dinyatakan lengkap dan laik jalan. Selain itu, hasil tes terhadap sopir bus, Albahri, menunjukkan negatif narkoba.

Baca Juga: Kisah Pilu Satu Keluarga Korban Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalur Wisata Bromo Probolinggo

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Jalur Bromo

Insiden terjadi pada Minggu (14/9/2025), sekitar pukul 11.30 WIB. Bus yang mengangkut rombongan tenaga kesehatan RS Bina Sehat Jember melintas di turunan Desa Boto.

 

Pada jalan menurun dan menikung ke kiri, bus diduga mengalami rem blong.

 

Kendaraan sempat menabrak pembatas jalan di sisi kanan, namun masih terus melaju sejauh 60 meter hingga menabrak pagar rumah warga serta motor milik seorang kurir.

Akibat kecelakaan maut ini, tujuh orang tewas di lokasi, satu orang meninggal di rumah sakit, dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

 

Dari total 52 penumpang, jumlah korban meninggal dunia kemudian bertambah menjadi sembilan orang, setelah salah satu korban luka, Betty Nurcahya, meninggal pada Selasa (16/9) akibat cedera otak berat.

Owner RS Bina Sehat Jember, dr Faida, yang juga mantan Bupati Jember, membenarkan hal tersebut. “Sesaat sebelum dipindah ke kamar operasi, kondisinya menurun,” ungkapnya.(*)

 

Editor : Suharnanto
#RS Bina Sehat Jember #bus pariwisata #kecelakaan #jalur wisata bromo #rem blong