JEMBRANAEXPRESS.COM – Dampak banjir dan longsor yang melanda Perumahan Lembah Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan mendapat pemerintah.
Akibat musibah tersebut setidaknya sebanyak lima unit rumah warga diketahui rusak parah tersapu banjir.
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat meninjau lokasi longsor dan kerusakan pada Rabu (17/9/2025), menegaskan bahwa pembangunan jembatan di Lembah Sanggulan akan menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Rencana pembangunan tersebut dijadwalkan terealisasi pada tahun 2026.
“Jembatan ini akan menjadi langkah antisipasi agar banjir dan longsor tidak kembali terulang di kawasan perumahan,” kata Bupati Sanjaya.
Menurutnya, rencana ini telah dirancang dan akan segera dilaporkan kepada Gubernur Bali sebagai tindak lanjut arahan penanggulangan pascabencana di seluruh kabupaten/kota.
Selain pembangunan jembatan, Sanjaya juga menyoroti keberadaan Pura Beji yang berada dekat titik banjir di pertemuan saluran irigasi Tukad Yeh Dati.
Lokasi pura yang berada di bawah permukaan jalan kerap menjadi tempat penumpukan sampah saat air meluap.
“Secara etika tentu tidak pantas pura menjadi tempat penampungan sampah. Karena itu, penataan pura juga menjadi prioritas,” ujarnya.
Terkait rumah-rumah warga yang terdampak jika pembangunan jembatan terealisasi, Pemkab Tabanan akan melakukan kajian lebih lanjut bersama Kantor Agraria.
“Jika status kepemilikannya jelas dengan dokumen hak milik lengkap, maka kami akan memberikan kompensasi atau opsi tukar guling,” tambah Sanjaya.
Dengan langkah ini, Pemkab Tabanan berharap penanganan banjir dan longsor di Lembah Sanggulan bisa dilakukan secara menyeluruh, sekaligus memberikan kepastian dan rasa aman bagi warga.(*)
Editor : Suharnanto