Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

BPBD Jembrana Susuri Sungai Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat Pasca Banjir, Temukan 7 Titik Masalah dan Tumpukan Sampah Sepanjang 2 Kilometer

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 22 September 2025 | 14:31 WIB
Petugas BPBD Jembrana bersama masyarakat melakuakn pengecekan Sungai Desa Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/9).
Petugas BPBD Jembrana bersama masyarakat melakuakn pengecekan Sungai Desa Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/9).

JEMBRANAEXPRESS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bersama pihak terkait melaksanakan pengecekan di dua titik sungai, yakni Sungai Desa Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat, Minggu (21/9).

Pengecekan dilakukan untuk mengidentifikasi kendala sekaligus merancang langkah penanganan banjir.

Baca Juga: Satpol PP Badung Tuntaskan Pembongkaran Usaha Ilegal di Pantai Bingin, Tinggal Satu Bangunan

Kalaksa BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa di Sungai Desa Kaliakah ditemukan tujuh titik permasalahan.

Kendala tersebut berupa tumpukan sampah, sedimentasi, serta tanggul jebol. Dari jumlah tersebut, hanya dua titik yang bisa ditangani dengan alat berat.

“Sebagian titik bisa ditangani menggunakan excavator, namun sebagian lain harus dilakukan dengan gotong royong masyarakat karena akses alat berat cukup sulit. Kami juga akan mendukung dengan chainsaw dan pompa air untuk mengatasi bambu serta longsoran tanah,” ungkapnya.

Petugas BPBD Jembrana bersama masyarakat melakuakn pengecekan Sungai Desa Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/9).
Petugas BPBD Jembrana bersama masyarakat melakuakn pengecekan Sungai Desa Kaliakah dan Sungai Mati Loloan Barat, Kabupaten Jembrana, Minggu (21/9).

Ia menambahkan jika ormalisasi Sungai Kaliakah diperkirakan memerlukan waktu sekitar 40 jam atau 5 hari kerja menggunakan excavator besar.

Baca Juga: Astra Motor Bali Rayakan Harpelnas 2025 dengan Customer Bonding Bertema “Satukan Hati, Satukan Semangat

“Normalisasi dengan alat berat. Perlu waktu sekitar lima hari,” terangnya.

Sementara itu, di Sungai Mati Loloan Barat, aliran sungai sepanjang kurang lebih 2 kilometer ditemukan mengalami penumpukan sampah yang menyebabkan fungsi aliran tidak normal.

Sebagai solusi, BPBD merancang pengangkatan sampah menggunakan alat berat kecil sepanjang sekitar 400 meter dengan estimasi waktu pengerjaan 16 jam atau 2 hari.

Proses ini juga akan melibatkan partisipasi warga melalui gotong royong.

Baca Juga: Proyek Kapling Tanah di Desa Sibang Gede Viral, Satpol PP Badung Pastikan Izin Sah

“Harapan kami, penanganan bisa segera berjalan setelah ada kepastian dari rekanan alat berat. Jika sampah terangkat, aliran sungai kembali normal dan risiko banjir dapat dicegah,” pungkas Artana Putra.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#BPBD Jembrana #tumpukan sampah sungai #penanganan banjir Jembrana #Sungai Kaliakah #normalisasi sungai #Sungai Mati Loloan Barat