Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Terungkap Penyebab Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk: Kegagalan Konstruksi Santri Jadi Korban

Suharnanto • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:12 WIB
Proses evakuasi santri yang tertimbun gedung musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dilanjutkan.
Proses evakuasi santri yang tertimbun gedung musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dilanjutkan.

JEMBRANAEXPRESS.COM – Tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, akhirnya terungkap penyebabnya.

 

Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, menegaskan bahwa runtuhnya bangunan tiga lantai tersebut terjadi akibat kegagalan konstruksi.

 

“Ambruknya struktur berubah menjadi tumpukan seperti pancake model karena elemen penahan beban tidak mampu menahan kekuatan bangunan,” ujarnya saat konferensi pers.

 

Analisis penyebab runtuhnya musala dilakukan oleh tim gabungan Basarnas bersama para ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, musala tiga lantai yang berada di area asrama putra itu rubuh ketika para santri tengah melaksanakan salat ashar berjamaah, Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Akibat kejadian tersebut, puluhan santri tertimpa reruntuhan. Hingga kini, proses evakuasi santri Ponpes Al Khoziny masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Lebih lanjut, Emi menjelaskan bahwa jenis reruntuhan pancake merupakan runtuhan progresif, di mana lantai bangunan roboh secara vertikal dan bertumpuk.

 

 

Analisis lapangan menunjukkan pusat gravitasi struktur bangunan bergeser ke sisi kiri, membuat proses penyelamatan lebih sulit.

 

Selain itu, tim juga menemukan adanya perbedaan ketinggian antara lantai dasar dan trap bawah bangunan yang menghambat akses evakuasi.

“Saat kejadian, akses di sisi bangunan tertutup karena rata dengan lantai dasar, sehingga penyelamatan hanya bisa dilakukan dengan peralatan khusus seperti search cam,” jelasnya.

 

Menariknya, kolom tengah bangunan justru melengkung menyerupai huruf U, bukan patah sebagaimana konstruksi standar yang gagal menahan beban.

 

Hal ini menunjukkan adanya elastisitas tinggi, tetapi tetap tidak mampu menahan beban sesuai standar.

 

“Kesimpulannya, ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Buduran terjadi karena kegagalan struktur yang tidak memenuhi standar kekuatan bangunan,” pungkasnya.(*)

 

Editor : Suharnanto
#ambruknya musala #Ponpes Al Khoziny #runtuhnya musala #sidoarjo #kegagalan konstruksi #proses evakuasi santri