JEMBRANAEXPRESS.COM–Jro Nyoman Ray Yusha, politisi senior asal Buleleng yang saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Bali, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Nyoman Ray Yusha meninggal di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, Sabtu (4/10/2025) sore, setelah beberapa hari dirawat akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Ray Yusha lahir di Singaraja dan menempuh pendidikan di STM Singaraja, lulus tahun 1970. Sebelum dikenal luas sebagai politisi Bali, ia lebih dulu mengabdi di dunia birokrasi.
Kariernya sempat mencapai puncak ketika dipercaya menjabat sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai Bali–Penida pada 2006–2010.
Dengan latar belakang teknik dan pengalaman panjang, ia dikenal sebagai figur pekerja keras dan berwawasan teknokratis.
Kiprah Politik Ray Yusha di Buleleng dan DPRD Bali
Karier politiknya tumbuh dari akar rumput di Kabupaten Buleleng. Ia menjadi salah satu kader awal Partai Gerindra di Bali dan sempat menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng selama dua periode (2013–2021).
Di bawah kepemimpinannya, Gerindra berkembang menjadi kekuatan politik penting di Bali Utara.
Pada 2007, ia maju dalam Pilkada Buleleng sebagai calon bupati berpasangan dengan Ni Putu Febri Antari. Meski belum berhasil, langkah itu mempertegas keseriusannya membangun daerah.
Seorang warga yang mengenangnya bahkan menyebutnya sosok yang dekat dan dermawan. “Saya pernah lihat beliau turun dari helikopter, disambut ramai. Tasnya ajaib, tiap dirogoh isinya uang. Orangnya baik dan suka mampir kalau pulang,” ujarnya.
Pada Pemilu 2014, Ray Yusha mencoba peruntungan ke DPR RI, namun belum berhasil. Ia bangkit kembali pada Pemilu 2019 dan berhasil masuk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali.
Di Pemilu 2024, di usia senja sekalipun, ia kembali membuktikan loyalitas dan pengaruhnya. Ia terpilih lagi sebagai anggota DPRD Bali dengan raihan 12.416 suara dari Dapil Buleleng.
Dikenang Santun, Tegas, dan Berintegritas
Rekan-rekannya di DPRD Bali mengenal Ray Yusha sebagai tokoh santun, berkomitmen, dan berprinsip.
Meski dikenal tegas, ia sering menjadi penengah dalam dinamika perdebatan di ruang sidang. Sosoknya dihormati karena integritas dan kepeduliannya terhadap masyarakat.
Ia juga tercatat mengikuti Diklat Anggota DPRD Angkatan X DPP Gerindra pada 2022 sebagai bentuk komitmen meningkatkan kapasitas legislatornya.
Di balik kiprahnya sebagai politisi Bali, Ray Yusha dikenal religius dan sederhana. Sebagai umat Hindu, ia tetap aktif dalam kegiatan adat dan sosial di lingkungan tempat tinggalnya di Denpasar hingga akhir hayat.
Jejak panjangnya sebagai birokrat, politisi Gerindra Bali, dan wakil rakyat dari Buleleng akan dikenang sebagai bagian penting perkembangan politik lokal.(*)
Editor : Suharnanto