JEMBRANAEXPRESS.COM – Penyelidikan kasus kecelakaan di Jalan Raya Denpasar Singaraja Sukasada Buleleng yang menewaskan lima wisatawan Tiongkok terus berlanjut.
Polres Buleleng bersama Polda Bali melakukan olah TKP lanjutan untuk mengungkap penyebab mobil travel Toyota Hiace yang mengangkut 13 WNA mengalami kecelakaan pada Jumat (14/11/2025) pagi.
Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan pihaknya belum dapat mempublikasikan detail hasil olah TKP karena masih dalam proses kajian lebih lanjut di Unit Laka Satlantas Polres Buleleng.
“Polda Bali sudah turun untuk olah TKP bersama kami. Hasilnya sudah kami serahkan ke Satlantas untuk didalami kembali,” ujar Kapolres Widwan, Senin (17/11/2025).
Hingga kini, sopir Hiace yang mengemudikan kendaraan saat insiden terjadi masih dalam pemeriksaan intensif. Meski sudah diamankan, statusnya belum ditetapkan sebagai tersangka.
“Masih kami periksa. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum penetapan tersangka. Sopir juga mengalami patah tangan,” jelasnya.
Selain memeriksa sopir, polisi juga mendalami kondisi teknis kendaraan. Pemeriksaan komponen mobil melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, terutama untuk menilai kelaikan kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan.
“Kami minta bantuan Dishub untuk mengecek piranti kendaraan. Hasilnya sudah ada, nanti kami sampaikan secara lengkap,” tambahnya.
Kasus laka lantas Buleleng ini terjadi ketika mobil Hiace yang mengangkut 13 WNA Tiongkok diduga mengalami rem blong saat melintas di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada.
Mobil hilang kendali dan terguling, menewaskan lima penumpang serta melukai delapan lainnya.
Kelima jenazah wisatawan Tiongkok tersebut hingga kini masih berada di ruang jenazah RSUD Buleleng untuk proses penanganan lebih lanjut.(*)
Editor : Suharnanto