Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Terpeleset Saat Menyeberang, Nenek 90 Tahun di Jembrana Tewas Terseret Sungai

I Gde Riantory Warmadewa • Rabu, 17 Desember 2025 | 07:36 WIB
Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).
Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).

JEMBRANAEXPRESS.COM - Peristiwa tragis menimpa seorang warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Seorang perempuan lanjut usia bernama Ni Nengah Luwih (90) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Warga Delodbrawah Jembrana Temukan Jenazah Pria di Pantai, Polisi Pastikan Tanpa Tanda Kekerasan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita.

Saat itu, korban hendak menyeberangi sungai yang biasa dilaluinya ketika kondisi air surut.

Namun, debit air sungai diketahui sedang meningkat akibat aliran air bah.

Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).
Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).

Korban yang diketahui mengalami kepikunan diduga terpeleset saat menyeberang, hingga akhirnya terseret derasnya arus sungai.

Karena korban tidak kunjung kembali, pihak keluarga bersama warga sekitar segera melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga: Pelanggaran Tata Ruang Bali Menggila, Ribuan Hektar Sawah Hilang Tiap Tahun!

Upaya pencarian secara mandiri belum membuahkan hasil, sehingga kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana untuk mendapatkan bantuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 12.00 Wita, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana mengerahkan enam personel menuju lokasi kejadian dengan menggunakan Rapid Deployment Land SAR Unit.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Gede Hendri Gunawan, mengatakan korban akhirnya berhasil ditemukan beberapa jam setelah kejadian.

Baca Juga: Belum Juga Ditemukan, Pencarian Korban Hilang di Sungai Penyaringan Resmi Ditutup Setelah 7 Hari Operasi SAR

“Perkiraan jarak korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal jatuhnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sesuai informasi di lapangan, korban sempat berusaha menyeberangi sungai saat debit air dalam kondisi meningkat.

“Korban terpeleset dan terseret arus. Beberapa jam kemudian korban ditemukan mengambang di bibir sungai oleh anaknya,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Warga Masih Tertimbun Longsor, Pencarian Korban di Banjarnegara Dikebut

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).
Evakuasi jenasah Ni Nengah Luwih (90) yang ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan terseret arus Sungai Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (15/12).

Lebih lanjut, Dewa Hendri mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, terutama menjelang akhir tahun 2025 hingga Februari 2026.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sungai maupun laut saat kondisi cuaca ekstrem. Hindari lokasi rawan bencana guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#sungai tukadaya #Kecamatan Melaya #desa tuwed