JembranaExpress.Com - Pengurus dan Pasemetonan Pratisentana Sira Bratara Arya Gajah Para diuji oleh peristiwa terbakarnya meru tumpang sembilan di Pura Pedarman yang tengah dibangun di kawasan Pura Agung Besakih, Desa Rendang, Kabupaten Karangasem.
Meski mengalami kerusakan akibat insiden tersebut, pembangunan pura dipastikan tetap berlanjut.
Ketua Umum Pengurus Pratisentana Sira Bratara Arya Gajah Para, Bretara Sira Arya Getas I Ketut Suadnyana, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menyurutkan semangat pasemetonan untuk melanjutkan pembangunan meru yang menjadi simbol penting secara spiritual dan historis.
“Meskipun terjadi musibah akibat tersambar petir, kami pastikan pembangunan tetap berjalan. Pasemetonan sangat semangat dan solid untuk melanjutkan karya ini,” ujarnya.
Ia mengakui, dukungan tidak hanya datang dari internal pasemetonan, tetapi juga dari pemerintah daerah.
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata bersama jajaran disebut memberikan dukungan moril yang sangat berarti pascakejadian tersebut.
Sebagai bentuk perhatian, bupati yang akrab disapa Gus Par bahkan turun langsung meninjau lokasi kejadian di Pura Agung Besakih.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Karangasem dan Pemerintah Kabupaten Karangasem atas dukungan morilnya. Hal yang sama juga kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung yang bersinergi membantu proses pemadaman kemarin,” ungkapnya.
Terkait penyebab kebakaran, Bretara Sira Arya Getas menegaskan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan faktor alam.
Saat insiden berlangsung, wilayah Besakih memang diguyur hujan lebat disertai petir, sementara meru tumpang sembilan yang masih dalam tahap pembangunan belum dilengkapi penangkal petir.
“Memang ini faktor alam. Saat itu hujan turun dan meru masih belum terpasang penangkal petir,” tambahnya.
Meski demikian, pihak pasemetonan menilai peristiwa tersebut sebagai ujian sekaligus pengingat spiritual, yang justru memperkuat tekad untuk menuntaskan pembangunan Pura Pedarman sebagai wujud bhakti dan pengabdian kepada leluhur.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa