Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Jenazah Mahasiswa Magang Asal Jembrana Tiba Malam Ini, Pemkab Fasilitasi Pemulangan hingga Rumah Duka

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 30 Januari 2026 | 07:35 WIB
BERDUKA : Suasana rumah duka I Made Brata, PMI asal Jembrana yang meninggal di Malaysia.
BERDUKA : Suasana rumah duka I Made Brata, PMI asal Jembrana yang meninggal di Malaysia.

JembranaExpress.Com - Pemerintah Kabupaten Jembrana memastikan proses pemulangan jenazah mahasiswa magang asal Jembrana, I Made Brata (22), yang meninggal dunia di Malaysia, berjalan aman dan bermartabat.

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di Bali pada Kamis (29/1/2026) malam melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga: Nenek Hilang Saat Cari Kayu Bakar di Sangkan Gunung Ditemukan Selamat Setelah 6 Jam Pencarian

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Naker Perin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak kampus, jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat Malaysia Airlines dan diperkirakan mendarat di Bali sekitar pukul 18.25 WITA.

“Penjemputan jenazah di Bandara Ngurah Rai akan difasilitasi menggunakan ambulans dari RSU Negara untuk langsung diantar ke rumah duka di Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo,” jelas Mirah Ananta saat dikonfirmasi.

BERDUKA : Suasana rumah duka I Made Brata, PMI asal Jembrana yang meninggal di Malaysia.
BERDUKA : Suasana rumah duka I Made Brata, PMI asal Jembrana yang meninggal di Malaysia.

Selain ambulans, Pemkab Jembrana juga memfasilitasi kendaraan bagi keluarga yang turut melakukan penjemputan ke bandara sebagai bentuk pendampingan di tengah suasana duka.

Baca Juga: Empat Tahun Menanti Keadilan, Ayah di Jembrana Menang di MA Tapi PLN Belum Jalankan Putusan

“Estimasi tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WITA karena setelah mendarat masih ada proses pengurusan dokumen di bandara,” imbuhnya.

Terkait penyebab pasti meninggalnya almarhum, Mirah Ananta menegaskan bahwa hingga kini masih menunggu hasil analisis lanjutan dari pihak berwenang di Malaysia.

Proses tersebut masih berjalan dan membutuhkan waktu.

“Sesuai keterangan dalam surat kematian yang diterbitkan, penyebab pasti masih dalam proses karena menunggu hasil analisa sampel,” tegasnya.

Baca Juga: Tragis di Kebun Yehembang Kauh, Dua Warga Mendoyo Meninggal Diduga Akibat Sengatan Tawon

Di sisi lain, pihak keluarga almarhum dipastikan tidak dibebani biaya apa pun dalam proses pemulangan jenazah.

Seluruh biaya transportasi dan pemulangan telah ditanggung oleh pihak kampus yang memberangkatkan almarhum untuk program magang.

Keluarga juga akan menerima santunan asuransi yang saat ini masih dalam tahap klaim.

“Keluarga tidak menanggung biaya pemulangan maupun pencabutan dokumen jenazah di bandara atau kargo. Dari Pemkab Jembrana, kami juga akan membantu secara kekeluargaan dan berharap seluruh proses berjalan lancar hingga prosesi pengabenan nanti,” ujar Mirah.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Puting Beliung Terjang Jembrana, Puluhan Rumah Rusak dan Palinggih Roboh

Lebih lanjut, Mirah Ananta menyampaikan harapannya agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan pentingnya menempuh jalur resmi dan perlindungan asuransi bagi masyarakat yang hendak bekerja atau magang ke luar negeri.

“Mengikuti program yang legal dan dilengkapi asuransi itu sangat penting untuk meminimalisir risiko dan melindungi pekerja dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#bandara ngurah rai #Perlindungan Pekerja Migran #Mahasiswa Magang Meninggal #Magang ke Luar Negeri #Jenazah dari Malaysia #Disnaker Jembrana