JembranaExpress.Com - Puluhan kendaraan terjaring Operasi Keselamatan Agung 2026 yang digelar Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Jembrana.
Operasi tersebut dilaksanakan di Jalan Umum Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Kaliakah.
Dalam operasi ini, petugas masih menemukan berbagai pelanggaran lalu lintas, mulai dari kelengkapan administrasi hingga pelanggaran keselamatan berkendara.
Pelanggaran yang paling dominan adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.
Selain itu, petugas juga mendapati sejumlah surat kendaraan seperti STNK, SIM, dan KIR yang telah habis masa berlakunya.
Tak hanya kendaraan pribadi, beberapa kendaraan angkutan umum dan travel turut diperiksa, termasuk travel tanpa izin trayek serta kendaraan yang tidak laik jalan akibat lampu sein dan lampu rem yang tidak berfungsi.
Baca Juga: Nenek Hilang Saat Cari Kayu Bakar di Sangkan Gunung Ditemukan Selamat Setelah 6 Jam Pencarian
Petugas juga menindak kendaraan barang yang melebihi batas muatan atau overload karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat.
“Ini adalah ramp check dalam rangka Operasi Keselamatan Agung 2026, sekaligus cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Tahun Menanti Keadilan, Ayah di Jembrana Menang di MA Tapi PLN Belum Jalankan Putusan
Sementara itu, sejumlah pengendara roda dua yang terjaring operasi mengaku tidak mengenakan helm karena merasa hanya menempuh jarak dekat.
Melalui Operasi Keselamatan Agung 2026 yang berlangsung dari 2 hingga 15 Februari 2026, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas serta memastikan kelayakan kendaraan, khususnya angkutan umum, menjelang arus mudik dan angkutan Lebaran.
“Terhadap pelanggaran yang ditemukan, kami memberikan surat teguran dan imbauan agar pengendara lebih tertib dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa