JembranaExpress.Com - Polres Jembrana melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) mencatat ratusan pelanggaran selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026 yang berlangsung dari 2 hingga 15 Februari 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penindakan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis mencapai 383 pelanggaran.
Penindakan ini menjadi yang paling dominan selama operasi berlangsung.
Baca Juga: Truk Muatan Botol Bekas Terguling di Jalur Denpasar–Gilimanuk, Sopir Selamat
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, menyampaikan bahwa selain ETLE statis, pihaknya juga melakukan tilang manual terhadap 17 warga negara Indonesia (WNI) dan 2 warga negara asing (WNA).
“Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan, penindakan paling banyak melalui ETLE statis sebanyak 383 pelanggaran. Tilang manual WNI 17, WNA 2, serta teguran sebanyak 378. Untuk ETLE mobile nihil,” ujarnya.
Selain penindakan tilang, petugas juga memberikan 378 teguran kepada pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran ringan.
Baca Juga: Kabar Duka, Terapis Spa Asal Jembrana Meninggal Dunia di Rusia
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan preventif guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
Iptu Aldri menegaskan bahwa Operasi Keselamatan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan hukum, melainkan juga sebagai upaya edukasi dan peningkatan kesadaran pengguna jalan.
“Kami menghimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta melengkapi surat-surat kendaraan demi keselamatan bersama,” terangnya.
Aldri menambahkan, dominasi penindakan melalui ETLE statis menunjukkan optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pengawasan lalu lintas di wilayah Jembrana.
“Sistem ini dinilai lebih efektif dan transparan dalam menindak pelanggaran tanpa harus melakukan kontak langsung dengan pelanggar,” imbuhnya.
Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Agung 2026, Satlantas Polres Jembrana berharap kesadaran masyarakat tetap terjaga meskipun operasi telah usai, demi menekan angka kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang aman serta tertib.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa