JembranaExpress.Com - Sistem pembayaran non tunai di area manuver dan Terminal Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, resmi diterapkan mulai Selasa (24/2/2026).
Meski telah diberlakukan, di lapangan masih banyak pengendara yang melakukan pembayaran secara tunai.
Mayoritas pengguna roda dua mengaku belum memiliki kartu uang elektronik (e-money) atau mengalami kendala penggunaan kartu.
Baca Juga: Komisi II DPRD Jembrana Genjot Percepatan Perhutanan Sosial Lewat Konsep IAD
Berdasarkan pantauan di lokasi, sistem tap kartu sudah mulai berjalan. Namun petugas tetap melayani pembayaran tunai, khususnya bagi pengendara yang belum siap beralih ke transaksi digital.
Salah satu pengendara motor asal Banyuwangi, Ferdy, mengaku belum bisa menggunakan kartu e-money karena kartunya terblokir akibat lama tidak digunakan.
“Dulu kan pernah dilakukan pembayaran non tunai, jadi dulu saya bikin. Kalau sekarang sistemnya terus berkelanjutan, saya akan bikin kembali,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan masih perlunya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama pengguna sepeda motor yang relatif jarang menggunakan kartu uang elektronik.
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau yang akrab disapa Ipat, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini masih memerlukan beberapa penyempurnaan teknis.
Beberapa catatan evaluasi yang ditemukan di lapangan antara lain penyesuaian tinggi dispenser kartu serta penyediaan bukti pembayaran (struk) yang lebih optimal.
“Sosialisasi akan terus ditingkatkan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang masih jarang menggunakan e-money. Sebagai langkah antisipasi bagi warga yang belum memiliki kartu, pemerintah menyiapkan opsi pembayaran melalui QRIS maupun penggunaan uang tunai yang nantinya akan dibantu oleh petugas di lokasi,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir Rendam Dewi Sri Legian, Tim SAR Gabungan Evakuasi 12 Korban
Menurutnya, digitalisasi pembayaran ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan, sistem e-money membawa misi penting bagi stabilitas ekonomi daerah, di antaranya Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Jembrana, Transparansi anggaran, karena seluruh transaksi tercatat secara real-time sehingga meminimalisir kebocoran retribusi dan Efisiensi layanan, terutama dalam pengelolaan retribusi parkir dan terminal agar lebih terintegrasi
“Penerapan sistem e-money ini membawa misi penting bagi stabilitas ekonomi daerah,” pungkasnya.
Dengan penerapan sistem non tunai di Terminal Gilimanuk, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap masyarakat secara bertahap beralih ke transaksi digital demi mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih modern dan akuntabel.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa