Buleleng Disiapkan Jadi Lokasi Wall Panjat Tebing Bertaraf Internasional, Target Dibangun 2027

Dian Suryantini • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:24 WIB
Survei lapangan lokasi venue wall panjat tebing di kawasan Taman Asri Banyuasri. (ist)
Survei lapangan lokasi venue wall panjat tebing di kawasan Taman Asri Banyuasri. (ist)

JembranaExpress.Com - Kabupaten Buleleng diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional yang digagas Pemerintah Provinsi Bali. Fasilitas olahraga tersebut disiapkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism sekaligus bentuk apresiasi atas prestasi atlet panjat tebing asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Baca Juga: Toyota Rush Tabrak Pembatas Jalan dan Tiang Lampu di Tol Bali Mandara, Tiga Orang Terluka

Tahapan awal pembangunan diawali dengan survei lapangan di kawasan Taman Asri Banyuasri, akhir pekan lalu. Peninjauan dipimpin Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika, bersama Ketua Umum KONI Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum FPTI Buleleng H. Wahjoedi, perwakilan Dinas PUPR Perkim, serta Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.

 

Survei dilakukan untuk menentukan lokasi pembangunan venue yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah memastikan pembangunan fasilitas olahraga berstandar internasional tersebut menjadi salah satu program strategis dalam memperkuat sektor olahraga dan pariwisata Bali.

 

Ketua Umum FPTI Bali Putu Yudi Atmika mengatakan pembangunan wall panjat tebing merupakan bentuk penghargaan atas capaian Desak Made Rita Kusuma Dewi yang telah membawa nama Bali dan Indonesia bersinar di berbagai kejuaraan internasional. Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi lahirnya atlet-atlet baru melalui dukungan fasilitas latihan yang memadai.

Baca Juga: GWK Gelar Pesta Rakyat 2026, Hadirkan Permainan Tradisional hingga Konser D’Masiv dan Juicy Luicy

Awalnya, pembangunan venue direncanakan berada di Kabupaten Badung atau Kota Denpasar. Namun, Gubernur Bali mengarahkan agar proyek tersebut dipusatkan di Buleleng sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat potensi sport tourism di Bali Utara.

 

Putu Yudi menilai Buleleng memiliki karakter alam yang sangat mendukung pembangunan venue panjat tebing berstandar internasional. Kontur perbukitan, panorama pegunungan, serta kedekatannya dengan kawasan wisata dan pantai menjadi nilai tambah yang dinilai mampu menarik penyelenggaraan berbagai kejuaraan sekaligus kunjungan wisatawan.

 

“Harapannya venue ini tidak hanya menjadi tempat pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan, tetapi juga menjadi daya tarik wisata olahraga yang mampu mendatangkan wisatawan ke Bali Utara,” ujarnya, Senin (3/8).

Baca Juga: Mulai 5 Agustus, ASDP Berlakukan Sterilisasi Penuh di Enam Pelabuhan, Gilimanuk-Ketapang Jadi Prioritas

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun lintasan nomor speed, boulder, dan lead beserta seluruh fasilitas pendukung sesuai standar internasional sehingga Bali memiliki venue yang layak menggelar kejuaraan nasional maupun internasional.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan Pemerintah Kabupaten Buleleng siap mendukung penuh realisasi pembangunan tersebut. Menurutnya, kehadiran venue panjat tebing internasional tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi, tetapi juga membuka peluang besar dalam meningkatkan prestasi olahraga dan menggerakkan sektor pariwisata daerah.

 

Ia menjelaskan, kawasan Taman Asri Banyuasri dipilih sebagai lokasi alternatif utama karena memiliki lahan yang memadai, berada di kawasan strategis, mudah dijangkau masyarakat, serta didukung akses menuju destinasi wisata Lovina.

Baca Juga: Lima Perusahaan Jepang Uji Kecakapan CPMI Jembrana, Buka Peluang Kerja Program Tokutei Ginou

Pemkab Buleleng juga menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk membangun fasilitas pendukung, seperti tribun penonton, ruang ganti atlet, gudang peralatan, toilet, hingga ruang publik.

 

Pembangunan venue akan dilakukan secara bertahap agar tetap selaras dengan konsep ruang terbuka hijau di kawasan Banyuasri. Apabila terealisasi sesuai rencana, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet panjat tebing di Bali sekaligus membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan dunia yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pengembangan sport tourism di Kabupaten Buleleng.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
wall panjat tebing desak made rita atlet panjat tebing dunia buleleng Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna