JembranaExpress.Com - Nama I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha kembali mengharumkan Kabupaten Buleleng di panggung olahraga internasional. Atlet woodball asal Buleleng tersebut menjadi bagian dari tim nasional Indonesia yang sukses meraih gelar juara umum kategori senior pada ajang 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia.
Kejuaraan yang berlangsung pada 24–30 Juli 2026 itu menegaskan dominasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama woodball dunia. Kontingen Merah Putih menutup kompetisi dengan koleksi empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.
Prabawa turut menyumbangkan medali emas melalui nomor Fairway Competition Men’s Teambersama Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda. Raihan emas tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia merebut gelar juara umum.
Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Buleleng. Prabawa membuktikan bahwa atlet hasil pembinaan daerah mampu bersaing dan menjadi bagian dari tim terbaik di level dunia.
Bagi Prabawa, tampil di ajang Piala Dunia bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga kesempatan menimba pengalaman menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai negara.
Baca Juga: Buleleng Disiapkan Jadi Lokasi Wall Panjat Tebing Bertaraf Internasional, Target Dibangun 2027
Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran selama mengikuti kejuaraan, mulai dari mengendalikan emosi saat bertanding, beradaptasi dengan perubahan jadwal, hingga menghadapi cuaca yang berubah-ubah.
“Kesannya sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang saya dapat di World Cup Malaysia, seperti belajar menahan emosi, siap bermain di luar jadwal, menghadapi kondisi cuaca yang tiba-tiba hujan, dan bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia,” ungkapnya.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Waktu untuk mencoba lapangan yang terbatas membuat seluruh atlet harus cepat beradaptasi dengan karakter arena pertandingan. Jadwal yang padat juga membuat waktu istirahat minim karena pertandingan kerap berlangsung hingga malam hari. Belum lagi kondisi cuaca yang berubah drastis, bahkan disertai hujan badai.
Baca Juga: Toyota Rush Tabrak Pembatas Jalan dan Tiang Lampu di Tol Bali Mandara, Tiga Orang Terluka
Namun, berbagai tantangan tersebut mampu diatasi berkat kekompakan tim Indonesia. Momen paling berkesan bagi Prabawa terjadi pada partai final menghadapi tuan rumah Malaysia.
Dalam laga yang berlangsung penuh tekanan itu, Indonesia sempat tertinggal 0-2. Meski demikian, skuad Merah Putih berhasil bangkit, menyamakan kedudukan, hingga membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 yang memastikan medali emas sekaligus mengunci gelar juara umum.
Menurut Prabawa, pertandingan tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan di level internasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknik, tetapi juga mental bertanding, komunikasi, kekompakan tim, dan kemampuan menjaga fokus dalam situasi penuh tekanan.
Baca Juga: GWK Gelar Pesta Rakyat 2026, Hadirkan Permainan Tradisional hingga Konser D’Masiv dan Juicy Luicy
Sebagai atlet yang kini menjadi inspirasi bagi generasi muda, Prabawa berpesan agar atlet-atlet Buleleng terus berlatih dengan disiplin dan tidak mudah menyerah.
“Selalu luangkan waktu untuk berlatih. Jangan membuat banyak alasan agar tidak bisa berlatih, tetapi yakinkan diri untuk bisa latihan di mana pun dan kapan pun,” pesannya.
Usai meraih prestasi di Malaysia, Prabawa langsung mengalihkan fokus menghadapi agenda berikutnya, yakni Indonesia Open yang akan digelar di Jimbaran, Bali. Ia bertekad terus meningkatkan kemampuan agar dapat kembali mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.
Ketua Pengkab Indonesia Woodball Association (IWbA) Buleleng, Sang Made Fernanda Iragraha, mengapresiasi capaian atlet binaannya tersebut. Menurutnya, prestasi Prabawa membuktikan bahwa Buleleng memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi dunia apabila didukung pembinaan yang berkesinambungan.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Buleleng dan diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih serta berani bermimpi tampil membela Indonesia di ajang dunia. Mapet menjadi bukti bahwa atlet Buleleng memiliki potensi besar bahkan mampu berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Lima Perusahaan Jepang Uji Kecakapan CPMI Jembrana, Buka Peluang Kerja Program Tokutei Ginou
Keberhasilan Prabawa menjadi bagian dari tim juara dunia menambah daftar prestasi olahraga Indonesia di pentas internasional. Dengan usia yang masih produktif, peluang atlet asal Buleleng tersebut untuk kembali mengharumkan nama Bali dan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia masih terbuka lebar.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa