Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Warga dan TNI Turun Tangan Bersihkan 2,5 Ton Sampah di Gilimanuk

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 20 April 2026 | 16:12 WIB
Kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

JembranaExpress.Com - Dampak penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) di Denpasar mulai meluas hingga ke wilayah Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Tumpukan sampah liar dilaporkan bermunculan di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

 

Kondisi tersebut memicu aksi cepat dari masyarakat. Ratusan warga bersama petugas Kelurahan Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat (TNBB), serta TNI turun langsung melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang didominasi limbah plastik di sepanjang jalur utama tersebut.

Baca Juga: Pasca Kenaikan Harga BBM, Polisi Pantau SPBU di Melaya: Stok Aman, Situasi Kondusif

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengungkapkan bahwa sampah tersebut diduga berasal dari oknum pedagang buah, ikan, hingga sayur dari Jawa yang melintas menggunakan kendaraan pickup. Karena tidak dapat membuang sampah di Denpasar, mereka diduga membuangnya secara sembarangan di kawasan Gilimanuk.

 

“Selain itu, kami juga menemukan sampah dari oknum sopir pengangkut logistik, termasuk plastik pembungkus ikan hias yang sudah dikemas dalam karung dengan jumlah cukup banyak,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan bersih-bersih tersebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 2,5 ton. Aksi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Danyonif TP 928/BSY, TNBB, Koramil, perangkat kelurahan, LPM, Linmas, kepala lingkungan, hingga pelajar MA Almubarok.

Baca Juga: Keluar Bali Makin Ketat, Polisi Sisir Penumpang dan Barang di Gilimanuk

Menurut Tony, sebagian sampah juga merupakan sisa aktivitas mudik dan arus balik Lebaran, yang memperparah kondisi di lapangan.

 

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan TNBB, TNI, dan Polres Jembrana guna meningkatkan pengawasan serta melakukan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah liar.

 

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem kawasan konservasi. Sampah liar di sekitar jalur tersebut dinilai dapat mengancam kelangsungan hidup satwa dan tumbuhan di kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Baca Juga: Nyalip dari Kiri Berujung Tragis, Pelajar SD Tewas Terlindas Truk

“Ini harus menjadi perhatian serius karena dampaknya bisa meluas, terutama terhadap ekosistem yang dilindungi,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#sampah gilimanuk #Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma #TNBB #sampah plastik #penutupan TPA Suwung