Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Bupati Jembrana Temui Gubernur Bali, Ajukan Bantuan Perbaikan Pura Bersejarah

I Gde Riantory Warmadewa • Senin, 27 April 2026 | 19:00 WIB
Audiensi di Kantor Gubernur, Bupati Jembrana Perjuangkan Perbaikan Pura. (ist)
Audiensi di Kantor Gubernur, Bupati Jembrana Perjuangkan Perbaikan Pura. (ist)

JembranaExpress.Com - Di Bali, pura bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah napas budaya, pusat spiritual, sekaligus penanda identitas yang hidup dari generasi ke generasi. Karena itu, ketika kondisi fisik pura mulai termakan usia, upaya pelestarian pun menjadi tanggung jawab bersama.

 

Langkah itu terlihat saat I Made Kembang Hartawan melakukan audiensi dengan I Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Kamis (16/4/2026). Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda formal, melainkan upaya konkret menjaga warisan suci agar tetap lestari.

Baca Juga: Makna Bhakti Penganyar di Besakih: Bupati Jembrana Tekankan Keseimbangan Spiritual dan Pembangunan

Dalam audiensi tersebut, Bupati Kembang membawa aspirasi masyarakat untuk perbaikan Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring serta pembangunan fasilitas di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi.

 

Kehadiran rombongan yang terdiri dari tokoh masyarakat, bendesa adat, hingga krama pengempon pura menjadi simbol kuat bahwa pelestarian ini bukan hanya urusan pemerintah, tetapi juga kehendak bersama masyarakat adat.

 

Pura Puseh Tegal Cangkring, misalnya, menyimpan persoalan yang tidak sederhana. Selain sebagai pura tua yang telah berdiri sejak lama, posisi fondasinya kini berada lebih rendah dari jalan nasional kondisi yang berpotensi mengganggu struktur bangunan jika tidak segera ditangani.

 

“Saya hari ini mengantar jero bendesa dan tokoh masyarakat karena kondisi pura yang sudah cukup lama dan fondasinya berada di bawah jalan,” jelas Bupati Kembang.

 

Sementara itu, di Pura Rambut Siwi, kebutuhan pembangunan juga mendesak. Wantilan yang ada saat ini telah berusia lebih dari dua dekade dan mulai mengalami kerusakan. Rencana pembangunan pun disiapkan dengan matang, termasuk perluasan area hingga sekitar 2,2 are serta penyesuaian fondasi pada lahan yang berkontur miring.

Baca Juga: Rp1,7 Miliar Digelontorkan, Tiga Akses Jalan di Candikusuma Jembrana Jadi Urat Nadi Ekonomi

Menariknya, sebagian pembangunan di kawasan depan pura sebelumnya telah mendapat dukungan dari daerah lain. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dalam menjaga pura melampaui batas wilayah administratif.

 

Gayung pun bersambut. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya tersebut. Bahkan, ia mengaku memiliki kedekatan spiritual dengan Pura Rambut Siwi yang kerap ia kunjungi untuk bersembahyang.

 

“Prinsipnya pasti akan dibantu, tinggal menyesuaikan besarannya,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Baca Juga: Ekspor Rp4 Miliar ke AS, Wabup Jembrana Tekankan Serapan Tenaga Kerja Lokal

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, langkah ini mencerminkan kesadaran bahwa pura adalah pusat harmoni tempat di mana manusia, alam, dan spiritualitas bertemu.

 

Dengan adanya dukungan dari pemerintah provinsi, diharapkan perbaikan dan pembangunan fasilitas pura dapat segera terwujud. Bukan hanya untuk kenyamanan umat dalam beribadah, tetapi juga untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya Bali tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman.

 

Di Jembrana, pelestarian pura bukan sekadar menjaga bangunan. Ia adalah menjaga jati diri.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#bantuan perbaikan pura #piran rambut siwi #Gubernur Bali I Wayan Koster #I Gede Winasa #Bupati jembrana i Made Kembang Hartawan