JembranaExpress.Com - Pembangunan tidak selalu hanya soal beton, aspal, dan angka anggaran. Di Jembrana, pembangunan mulai diarahkan menjadi sesuatu yang lebih utuh menghubungkan kemajuan fisik dengan kesadaran lingkungan masyarakat.
Hal itu terlihat saat I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna turun langsung meninjau rencana perbaikan ruas Jalan Kuburan Cina di Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4).
Baca Juga: Kembang Hartawan: Program Pemerintah Bukan Soal Partai, Tapi Kepentingan Publik
Sepanjang 600 meter jalan yang selama ini menjadi akses penting warga akan ditingkatkan kualitasnya menggunakan aspal hotmix. Tak hanya itu, lebar jalan yang semula 3,5 meter akan diperluas menjadi 5 meter sebuah perubahan yang akan sangat terasa bagi mobilitas warga, terutama kendaraan roda empat yang kerap berpapasan.
Proyek dengan anggaran Rp900 juta dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal Juni 2026.
Namun bagi Bupati Kembang, pembangunan jalan bukan sekadar soal memperlancar akses. Ada dimensi lain yang tak kalah penting: lingkungan.
“Pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan kepedulian lingkungan. Saya mengajak masyarakat untuk rutin gotong royong agar kawasan tetap asri,” tegasnya.
Usai peninjauan, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan kegiatan dengan ngampik ke rumah warga sekitar. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, percakapan pun bergeser dari jalan ke persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: sampah rumah tangga.
Di sana, Bupati secara langsung mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah dari sumbernya. Sebuah langkah sederhana, namun memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Dari Niat Pribadi Jadi Program Besar, Bus Gratis Jembrana Tuai Apresiasi
Menurutnya, kemajuan fisik tanpa kesadaran ekologis hanya akan menghasilkan persoalan baru di kemudian hari.
“Kesuksesan pembangunan jalan ini tidak akan lengkap tanpa lingkungan yang bersih. Dengan memilah sampah dari rumah, kita ikut menjaga Jembrana secara keseluruhan,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan arah baru pembangunan daerah tidak lagi parsial, tetapi menyentuh aspek fisik sekaligus perilaku masyarakat.
Jalan yang mulus akan mempercepat aktivitas ekonomi. Namun lingkungan yang bersih akan memastikan kualitas hidup tetap terjaga.
Baca Juga: Bupati Jembrana Temui Gubernur Bali, Ajukan Bantuan Perbaikan Pura Bersejarah
Dan dari sebuah ruas jalan yang diperlebar, tersimpan pesan sederhana: kemajuan sejati bukan hanya tentang seberapa cepat kita bergerak, tetapi juga seberapa baik kita menjaga tempat kita berpijak.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa