JembranaExpress.Com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan pemetaan dan mitigasi di lokasi penyebab banjir di Desa Nusa Sari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa banjir yang terjadi pada 1 Mei 2026 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir sekaligus merumuskan strategi penanganan ke depan agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
Baca Juga: Satpol PP Jembrana Sidak Pajak Reklame, Mayoritas Wajib Pajak Langsung Bayar di Tempat
Hasil asesmen menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan berintensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama di wilayah hulu. Kondisi ini menyebabkan volume air di Bendungan Palasari meningkat hingga melampaui kapasitas tampung, dengan ketinggian air melebihi ambang batas sekitar 50 sentimeter.
Air yang meluap dari bendungan kemudian mengalir ke wilayah hilir melalui aliran sungai, sehingga menyebabkan beberapa titik sungai meluap. “Dampaknya, jalan alternatif di Desa Nusa Sari sempat tergenang air,” ujar Agus.
Selain faktor cuaca ekstrem, terdapat sejumlah kondisi yang memperparah banjir. Di antaranya adalah bentuk aliran sungai yang berkelok sehingga memperlambat arus air, penyempitan di beberapa titik sungai, sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung, serta adanya rumpun bambu tumbang yang menghambat aliran air.
Baca Juga: Meriah! Preliminary Night Jegeg Bagus Jembrana 2026, Kadis Pariwisata Tekankan Pelestarian Endek
Sebagai tindak lanjut, BPBD Jembrana bersama Pemerintah Desa Nusa Sari akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan komprehensif. Upaya yang direncanakan meliputi kegiatan gotong royong pembersihan bambu tumbang serta normalisasi sungai guna meningkatkan kapasitas aliran air dan menekan risiko banjir berulang.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Fakta Baru Terungkap! Kasus Penipuan Proyek Vila WNA AS di Ubud, Dana Rp9 Miliar Menguap
“Langkah mitigasi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir ke depan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa