Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Distribusi Air Bersih di Negara dan Jembrana Terganggu, IPA Berangbang Sempat Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:03 WIB
Tim teknis Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana saat melakukan perbaikan pompa dan pengecekan instalasi di IPA Berangbang. (ist)
Tim teknis Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana saat melakukan perbaikan pompa dan pengecekan instalasi di IPA Berangbang. (ist)

JembranaExpress.Com - Gangguan distribusi air bersih yang terjadi di wilayah Kota Negara dan Jembrana disebut dipicu dampak cuaca ekstrem di wilayah hulu.

 

Kondisi tersebut menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Berangbang, Kecamatan Negara sempat tidak dapat berproduksi secara normal.

Baca Juga: Damkar Jembrana Evakuasi Ular King Koros Sepanjang 1 Meter dari Rumah Warga

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan mengatakan, banjir di wilayah hulu menyebabkan air Bendungan Benel, Desa Berangbang dipenuhi lumpur dan kotoran.

 

Selain itu, sedimentasi lumpur di waduk juga meningkat sehingga aliran air baku menuju IPA Berangbang terganggu sejak 18 Mei 2026.

 

“Pertama kan karena banjir di hulu yang menyebabkan air bendungan penuh lumpur dan kotoran, disamping juga sedimentasi lumpur di waduk tinggi. Dan itu menyebabkan jaringan pipa air baku dari bendungan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Berangbang gak bisa produksi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Bupati Jembrana Buka Muskab IV BKS-LPD Kabupaten Jembrana

Ia menjelaskan, air baru mulai mengalir menuju IPA pada hari ketiga setelah gangguan terjadi. Namun karena kondisi air masih sangat keruh, pihaknya terlebih dahulu membuang air kotor yang berada di dalam jaringan pipa sebelum dilakukan proses pengolahan.

 

“Di hari ketiga baru air ngalir ke IPA. Setelah air ngalir kan masih kotor kita buang dulu air kotor di pipa. Kemudian dua hari yang lalu kita olah,” jelasnya.

 

Setelah proses pengolahan mulai dilakukan, kembali muncul kendala akibat kerusakan mesin dozing bahan kimia yang digunakan dalam pengolahan air. Kerusakan tersebut membuat proses produksi air kembali terhenti sementara.

Baca Juga: KMP Samudra Utama Berhasil Lepas Kandas di Pelabuhan Gilimanuk

“Kemudian setelah mesin bisa digunakan dengan mesin cadangan, baru pagi tadi jam 3 baru bisa olah,” katanya.

 

Meski proses pengolahan kini telah kembali berjalan, distribusi air ke pelanggan disebut belum sepenuhnya normal karena bak reservoir masih dalam tahap pengisian.

 

“Tapi kan belum penuh bak reservoar dan air belum semua sampai ke pelanggan,” imbuhnya.

 

Puriawan menambahkan, wilayah yang terdampak gangguan distribusi air baku dari Bendungan Benel meliputi kawasan Kota Negara dan Jembrana.

 

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan distribusi air bersih tersebut.

Baca Juga: KMP Samudra Utama Berhasil Lepas Kandas di Pelabuhan Gilimanuk

“Mohon maaf kepada pelanggan atas gangguan distribusi air. Karena ini disebabkan dampak cuaca ekstrem di gunung sehingga terjadi gangguan. Sehingga mengakibatkan kerusakan mesin juga pada pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Berangbang. Mohon bersabar karena kami sudah bisa mengoperasikan tadi pagi jam 3. Hanya menunggu pengisiannya di bak reservoar,” pungkasnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#pdam jembrana #ipa berangbang #distribusi air bersih di jembrana #bendungan benel #cuaca buruk