NEGARA, JEMBRANA EXPRESS – Polres Jembrana melakukan pengawasan ketat proses pelipatan dan penyortiran surat suara di Gedung Auditorium Jembrana.
Proses pengamanan dilakukan dengan melakukan penggeledahan badan terhadap petugas pelipatan dan penyortiran surat suara.
Selain itu, petugas lainnya serta awak media juga dilakukan penggeledahan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada pemilu Februari 2024 nanti.
"Saat istirahat, para pelipat surat suara ini akan digeledah, dan barang bawaan tidak boleh masuk termasuk handphone, " ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Senin (8/1).
Lebih lanjut, pihaknya juga mengatakan, sebanyak 8 personil dari Polres Jembrana ditugaskan untuk berjaga di gudang logistik pemilu 2024 ini selama 24 jam.
Selain itu, gedung logistik ini juga diawasi dengan 8 buah kamera cctv di sekeliling area gudang.
"Kalau personil yang mengamankan gudang logistik ini cukup banyak yah, tapi tiap harinya kita siagakan 8 personil yang berjaga 24 jam, " terangnya.
Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya mengatakan, penggeledahan badan terhadap petugas pelipat dan penyortir surat suara sudah sesuai dengan aturan yang ada.
"Pengamanan ini sudah sesuai dengan aturan dari KPU RI, " tegasnya.
Menurutnya, pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jadi karena ini dokumen negara yang tidak sembarang orang bisa mendokumentasikan, dan juga untuk keamanan kalau ada yang hilang berat untuk kita pertanggung jawabkan kalau tidak diperketat seperti ini," pungkasnya. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express