Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

PDIP Tegaskan Kesiapannya Berada di Luar Struktur Pemerintahan: Perubahan Strategi untuk Menopang Kebijakan Pro-Rakyat

I Putu Suyatra • Jumat, 16 Februari 2024 | 21:13 WIB
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto (tengah) pada konferensi pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (1/2/2024). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto (tengah) pada konferensi pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (1/2/2024). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

JEMBRANA EXPRESS - PDIP, partai politik bergengsi di Indonesia, secara tegas menyatakan kesiapannya untuk tidak terlibat dalam struktur pemerintahan.

Keputusan ini diambil setelah mengamati kelemahan yang muncul ketika kekuatan politik hanya bergantung pada satu sosok, seperti yang terjadi dalam dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya mempertahankan independensi partai dari struktur pemerintahan, menyatakan, "Kondisi tersebut berpotensi menciptakan dominasi yang berlebihan dan bahkan memungkinkan manipulasi hukum, yang pada akhirnya merugikan integritas pemilu."

Memetik pelajaran dari sejarah, PDIP sebelumnya telah berhasil meraih keberhasilan politik besar saat berada di luar pemerintahan selama periode kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan strategi ini, mereka berhasil meraih kemenangan signifikan dalam Pemilu 2014 dan 2019, dan berpotensi mengulanginya dalam Pemilu tahun ini.

Namun demikian, perbedaan terjadi pada pemilu kali ini.

Meskipun berhasil dalam Pileg 2014 dan 2019, calon yang mereka dukung tampaknya tidak memenangkan pemilihan umum presiden menurut hasil hitung cepat.

Menurut Hasto, keputusan untuk tetap di luar struktur pemerintah bertujuan untuk mendukung kebijakan yang pro-rakyat.

"Selain berjuang di luar pemerintahan, PDIP akan tetap berperan aktif melalui jalur parlemen," tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Nasdem, Ahmad Ali, menegaskan kesiapan partainya untuk berdialog dengan elite politik di luar Koalisi Perubahan.

Dia menyebut kemungkinan pertemuan antara Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, dengan tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Namun, Ali menegaskan bahwa detail pertemuan tersebut belum diungkapkan.

"Apabila pertemuan tersebut bersifat pribadi, keduanya memang memiliki hubungan baik sebagai ketua umum partai," ujarnya.

Sementara itu, dalam suasana politik yang semakin ramai pasca-pemilu, berbagai spekulasi muncul mengenai potensi koalisi atau oposisi.

Namun, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menolak untuk berspekulasi, mengajak anggota partai untuk tetap fokus pada pengawalan suara.

Tidak ketinggalan, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, juga mengonfirmasi adanya komunikasi awal dengan pihak-pihak di luar koalisi.

Namun, dia menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan detailnya.

Dengan dinamika politik yang semakin berkembang, tampaknya peran PDIP sebagai kekuatan politik dominan akan terus menjadi sorotan dalam perjalanan politik Indonesia. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#pdip #hasto kristyanto #pemerintahan #jokowi