JEMBRANA EXPRESS - Pemilu 2024 menjadi keberhasilan Partai Golkar yang mengukir prestasi gemilang dengan menambah 4 kursi di DPRD Buleleng.
Berbanding terbalik dengan Pileg 2019, dimana partai beringin ini hanya berhasil meraih 7 kursi, namun kali ini sukses memenangkan 11 kursi, mengukuhkan posisinya di tingkat lokal.
Data yang dikumpulkan oleh Bali Express (Grup Jawa Pos) mengenai para calon anggota DPRD Buleleng untuk periode 2024-2029 menunjukkan bahwa sebelas calon dari Partai Golkar berhasil meraih kursi.
Ketua DPD Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi, menyatakan bahwa peningkatan ini adalah hasil dari kerja keras para kader partai.
“Puji Syukur kami panjatkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ini hasil kerja keras kader kami di lapangan. Target kami 10 ternyata bisa mencapai 11. Tentu sangat berbahagia,” singkatnya.
Di sisi lain, PDIP mempertahankan posisi 18 kursinya di DPRD Buleleng, tanpa adanya perubahan dari Pileg sebelumnya.
Namun, fokus pada perkembangan positif Golkar membuat Pemilu ini semakin menarik untuk diamati.
Sementara itu, penurunan perolehan kursi terjadi pada beberapa partai, seperti Gerindra yang turun satu kursi dan Hanura yang mengalami penurunan tiga kursi.
Ketua DPC Hanura Buleleng, Gde Wisnaya Wisna, mengakui bahwa penurunan perolehan suara Hanura dalam Pileg 2024 adalah kenyataan.
Meskipun sebelumnya telah dua kali terpilih sebagai wakil rakyat untuk periode 2019-2024 dan 2014-2019, ia mengungkapkan bahwa pada pemilihan kali ini, partainya mengalami kegagalan.
Wisnaya menyatakan bahwa berbagai faktor menyebabkan penurunan tersebut, termasuk praktik money politik dan serangan fajar yang masif.
Ia menyoroti bahwa di Dapil Kecamatan Buleleng, nilai-nilai yang ditawarkan berkisar antara Rp 100-500 ribu, menunjukkan bahwa penduduk kurang memperhatikan kualitas calon, yang terpenting bagi mereka adalah mendapatkan uang.
“Ya warga tidak peduli siapa yang jadi, yang penting uangnya masuk kantong,” jelasnya.
Meskipun demikian, Wisnaya mengungkapkan bahwa ia enggan melaporkan hal ini kepada Bawaslu Buleleng karena sulit untuk membuktikannya.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut memerlukan memenuhi syarat formal dan materiil yang sulit, termasuk menyiapkan saksi dan bukti yang cukup.
Wisnaya mengeluhkan bahwa meskipun menjadi rahasia umum, namun untuk memenuhi persyaratan formal dan materiil tetap menjadi tantangan yang sulit.
Daftar Calon Terpilih Anggota DPRD Buleleng pada Pemilu 2024
PDIP
- Ketut Ngurah Arya
- Wayan Parwa
- Made Mudita
- Wayan Soma Adnyana
- Kadek Turkini
- I Gusti Komang Swastika
- Nyoman Bujana
- Dewa Nyoman Sukardina
- Gede Supriatna
- Dewa Komang Yudi Astara
- Wayan Masdana
- I Gede Odhy Busana
- A.A Ketut Widia Putra
- Nyoman Sukarmen
- Nyoman Somasuara
- Ketut Widiana
- I Wayan Indrawan
- I Made Lilik Nurmiasih
Partai Golkar
- Nyoman Gede Wandira Adi
- Nyoman Dukajaya
- Gede Suparmen
- I Ketut Patra
- Ketut Dody Tisna Adi
- Putu Suastika
- Made Suarsana
- Ketut Hermawan
- Putu Gede
- Parlina Dewi
- I Ketut Susila Umbara
Partai Nasdem
- Made Jayadi Asmara
- Made Sudiarta
- I Nyoman Meliun
- Made Putri Nareni
- Wayan Edi Parsa
- Ketut Suartana
Partai Gerindra
- Gede Suradnya
- Ketut Susana
- Luh Marleni
- Kadek Widana
Parti Demokrat
- Kadek Sumardika
- Gusti Agung Ngurah Putra Sudewa
- Ketut Janayasa
Partai Hanura
- Wayan Teren
- Made Budiasa.
PKB
- Haji Muliadi Putra
Baca Juga: Inilah 45 Caleg Terpilih yang Lolos ke DPRD Badung di Pemilu 2024, Tapi Masih Menunggu Register MK