JEMBRANAEXPRESS - Sejumlah DPC PDIP di Bali tampaknya khawatir dengan adanya adu kader banteng dalam berebut rekomendasi calon gubernur Bali dalam Pilgub 2024. Salah satunya adalah ingin adanya kawin paksa Wayan Koster dengan Nyoman Giri Prasta sebagai pasangan calon gubernur-wakil gubernur Bali dari PDIP.
Saat ini, memang pertarungan rekomendasi calon gubernur Bali dari PDIP begitu gencar.
Yang paling mencolok adalah pertarungan antara ketua DPD PDIP, Wayan Koster dengan ketua DPC PDIP Badung Nyoman Giri Prasta.
Saat ini Wayan Koster sudah jadi mantan gubernur. Sehingga dia tidak memiliki akses langsung terhadap keuangan pemerintah provinsi.
Sedangkan Nyoman Giri Prasta dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan show of force membawa uang dari Badung ke sejumlah kabupaten/ kota dalam bentuk hibah atau bantuan keuangan khusus (BKK).
Bahkan, menjelang penjaringan calon gubernur Bali, Giri Prasta makin gencar bawa uang Badung ke daerah lain.
Nah, di tengah pertarungan dua banteng tersebut, sejumlah DPC PDIP kabupaten mulai mengambil jalan tengah.
Sebelumnya DPC PDIP Karangasem ingin mengawinkan Koster dengan Giri Prasta sebagai paslon.
Kini, yang terbaru, internal Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Tabanan juga melakukan hal yang sama. Melalui rapat Pleno yang digelar Jumat (19/4) sore, DPC PDIP ingin Koster dan Giri akur.
DPC PDIP Tabanan menyampaikan keputusan yaitu mengusulkan pasangan calon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Cok Ace) atau Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) sebagai Gubernur-Wagub Bali periode 2024-2029.
"Dalam Rapat yang sudah di-pleno-kan tadi, kami di DPC PDIP Tabanan sepakan untuk mengusulkan nama Koster-Ace atau Koster-Giri untuk maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2024-2029," jelas Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya Jumat sore selesai Rapat Pleno di Kantor DPC PDIP Tabanan.
Komang Sanjaya mengatakan, DPC PDIP Tabanan mendukung kepemimpinan Wayan Koster sebagai Gubernur Bali selama lima tahun dari 2018-2013. Termasuk juga kebijakan yang dibuat oleh Wayan Koster ketika menjabat sebagai Gubernur Bali.
"Jadi dalam dalam konteks penjaringan Pilkada Gubernur dan Bupati di Tabanan tidak terlalu dibesar-besarkan. Sebab keberadaan PDIP di Tabanan masih sangat kokoh," ungkapnya.
Salah satunya menurut Sanjaya bisa dilihat dari perolehan suara pada Pemilu 2024 lalu, di mana Tabanan diakui Sanjaya tercatat sebagai satu-satu Kabupaten di Indonesia yang mampu memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud dengan perolehan suara 58 persen.
Termasuk juga dalam perolehan suara legislatif baik DPRD tingkat l dan DPRD tingkat ll diakui Sanjaya PDIP Tabanan berhasil mendulang suara hingga 77,5 persen.
"Perolehan suara di Pemilu 2024 ini, masih menjadi indikator jika Tabanan masih menjadi kandang banteng yang kokoh," tambahnya. ***
Editor : Y. Raharyo