DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS - Koordinator Koalisi Indonesia Maju (KIM) Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Bali, menegaskan bahwa partai-partai yang tergabung dalam KIM Bali tetap solid.
Baca Juga: Bendesa Adat Berawa I Ketut Riana Minta Dibebaskan, GPS Kembali Ungkit Menguapnya OTT Imigrasi
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas komentar Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali Nusra, Gde Sumarjaya Linggih (Demer), yang menganggap soliditas KIM rapuh dan koalisi tidak harus linier ke daerah untuk Pilkada Serentak.
"Kami sangat menghormati Bli Demer, beliau adalah senior, mentor, dan kakak kami. Kami menghargai pandangan dan opini beliau, namun kami kurang sependapat jika dikatakan rapuh," ujar De Gadjah pada Kamis (6/6).
De Gadjah juga menegaskan bahwa keberadaan KIM adalah untuk menghadapi Pilkada serta mengawal program pemerintah pusat di Bali.
"KIM dibentuk untuk mengamankan linierisasi program pemerintah yang datang ke Bali agar masyarakat Bali tidak dirugikan. Selain itu, kami memastikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa situasi politik saat ini masih dinamis dan segala sesuatu bisa terjadi karena pendaftaran pasangan calon Pilkada masih jauh pada 28 Agustus.
"Linierisasi ke bawah sangat penting agar program-program tersebut dapat berjalan dengan baik di daerah," tegas De Gadjah.
Baca Juga: NGERI! Ditinggal Suami Kerja di Bali, Istri di Rumah Tewas Dibacok Tetangganya
Lebih lanjut, De Gadjah menyebutkan bahwa komunikasi antara KIM dan partai-partai lainnya berjalan dengan sangat baik dan tidak ada niat untuk melawan atau mengeroyok salah satu partai.
"KIM dengan Pak Koster baik, dan komunikasi dengan NasDem serta PKB juga baik. Pandangan bahwa KIM dibentuk untuk memusuhi satu partai tertentu adalah salah. Saya tidak setuju dengan pandangan itu," tuturnya.
De Gadjah mengajak semua pihak untuk bersatu dan menegaskan bahwa KIM terbuka bagi semua partai. Namun, ia juga menekankan bahwa partai-partai yang sudah tergabung dalam KIM tidak bisa ditinggalkan karena telah berjuang bersama sejak awal.
"Kami tidak bisa meninggalkan kawan yang sudah berjuang demi kepentingan Bali dan rakyat Bali, serta bangsa Indonesia pada umumnya. Apapun komentar yang ada, kami hormati. Pandangan-pandangan tersebut membuat kami lebih mawas diri dan belajar," tutupnya.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa