Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Minim Tong Sampah di Kawasan Wisata, Anggota DPRD Badung Wayan Puspa Soroti Penanganan Sampah yang Belum Optimal

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 9 April 2026 | 16:19 WIB
Anggota Komisi I DPRD Badung I Wayan Puspa Negara. (ist)
Anggota Komisi I DPRD Badung I Wayan Puspa Negara. (ist)

JembranaExpress.Com - Volume kunjungan wisatawan di Kabupaten Badung belum diimbangi dengan ketersediaan tong sampah atau tongbin di sejumlah destinasi wisata. Kondisi ini dinilai menghambat pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

 

Anggota Komisi I DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, menyoroti minimnya fasilitas sampah di jalur utama pariwisata. Menurutnya, kawasan wisata Badung menghasilkan sampah dengan karakteristik kompleks yang berbeda dibanding daerah pedesaan.

Baca Juga: Pensiunan PNS Ditemukan Meninggal di Irigasi Klungkung, Diduga Terpeleset Saat di Sawah

“Dengan banyaknya kunjungan wisatawan, tentu menghasilkan volume sampah yang sangat besar, dan ini belum sepenuhnya terkelola dengan baik,” ujar Puspa Negara. Ia menambahkan, di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas wisatawan, hampir tidak ditemukan tongbin terpilah organik dan anorganik.

 

Politisi asal Legian ini menegaskan bahwa penyediaan tong sampah bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar untuk mendukung tata kelola pariwisata yang berkelanjutan. Tanpa fasilitas yang memadai, upaya menjaga kebersihan lingkungan sulit tercapai meskipun kesadaran masyarakat dan wisatawan terus ditingkatkan.

 

Puspa Negara mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengalokasikan anggaran dalam APBD 2026 khusus untuk pengadaan dan penempatan tongbin di titik-titik strategis, seperti pantai, trotoar, jalan protokol, hingga pusat keramaian wisata.

Baca Juga: Residivis Muda Kembali Beraksi, Curi Uang Rp 7 Juta di Warung Bebandem dan Ditangkap Polisi

Ia juga menekankan pentingnya pemisahan sampah organik dan anorganik, sistem pengangkutan rutin, serta edukasi kepada masyarakat dan pelaku pariwisata. Dengan demikian, penanganan sampah di Badung dapat dilakukan secara terintegrasi dari sumber hingga ke tempat pengolahan akhir.

 

“Kalau fasilitas ada, sistem berjalan, dan kesadaran dibangun, maka persoalan sampah di kawasan wisata bisa ditekan. Ini penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan citra pariwisata Badung ke depan,” imbuhnya.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#sampah badung #wayan puspa #tong sampah #penanganan sampah badung #destinasi wisata