Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Dianggap Rawan, Ini Alasan Pemprov Bali Tiadakan Lomba Ogoh-Ogoh Nyepi Tahun 2024  

Rika Riyanti • Minggu, 14 Januari 2024 | 03:19 WIB
Ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh

DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS - Tahun 2024, Pemerintah Provinsi Bali memutuskan untuk tidak menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Nyepi.

Meskipun demikian, pemerintah provinsi memberikan izin kepada pemerintah kabupaten (pemkab) dan pemerintah kota (pemkot) untuk mengadakan lomba ogoh-ogoh secara independen.

Keputusan ini diumumkan oleh I Gede Arya Sugiartha, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

"Perlombaan yang biasanya diadakan akan dihilangkan, tetapi pembuatan ogoh-ogoh tetap diperbolehkan," ujar Arya Sugiartha pada Jumat, 12 Januari 2024.

"Proses arak-arakan ogoh-ogoh pada saat Pengerupukan akan tetap dilaksanakan oleh pemkab. Misalnya, Denpasar dan Badung akan mengadakan lomba di tingkat kabupaten, sementara lomba di tingkat provinsi tidak akan diadakan," katanya.

"Ini adalah satu-satunya perubahan, tidak ada larangan lain. Tidak ada lomba di tingkat provinsi, tetapi kegiatan ogoh-ogoh di tingkat kabupaten tetap berjalan seperti biasa," tegasnya.

Arya Sugiartha menambahkan bahwa pemkab atau pemkot akan menyediakan dana untuk sekaa di banjar guna membuat ogoh-ogoh.

Dengan demikian, tradisi arak-arakan ogoh-ogoh pada Pengerupukan sehari sebelum Nyepi akan tetap berlangsung.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali untuk tahun ini tidak mengalokasikan anggaran untuk pembuatan ogoh-ogoh, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengalokasikan Rp3 miliar untuk keperluan tersebut.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan, antara lain, karena tahun ini merupakan tahun pemilu.

Lomba ogoh-ogoh pada tahun pemilu dianggap rawan dan Arya Sugiartha menekankan bahwa seni adalah sesuatu yang subjektif.

Oleh karena itu, untuk tahun ini, pemerintah provinsi memilih untuk tidak melibatkan ogoh-ogoh dalam lomba dan membiarkan kreativitas murni berkembang.

Meski demikian, pemerintah provinsi menyerahkan tanggung jawab kepada pemkot/pemkab jika mereka ingin mengadakan lomba ogoh-ogoh. (*) 

 
Editor : I Putu Suyatra
#ogoh ogoh #lomba #bali