SINGARAJA, JEMBRANA EXPRESS - Peningkatan infrastruktur di sekitar Pura Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, mencapai tahap baru.
Jalan yang mengarah ke pura tersebut, sepanjang 13 KM dari jalan raya, kini telah diaspal dengan proyek terbaru pengaspalan sepanjang 9 KM hingga titik parkir pura.
Proses pengaspalan menggunakan campuran limbah plastik untuk memberikan dampak positif pada lingkungan.
Perbekel Desa Sumberklampok, Wayan Sawitra Yasa, menyatakan bahwa proyek ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan perjalanan, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam mengurangi dampak sampah plastik.
Dengan kondisi perjalanan yang semakin lancar, waktu tempuh dari jalan raya menuju Pura Segara Rupek dapat diminimalisir menjadi sekitar 30 menit untuk kendaraan roda empat dan 20 menit untuk sepeda motor.
"Perbandingan dengan kondisi sebelumnya sangat signifikan. Dulu, perjalanan menuju pura memakan waktu 1-2 jam karena jalan rusak dan banyak batu besar," ujarnya pada Rabu (17/1) siang.
Namun, perlu diperhatikan bahwa akses jalan ini terbatas hanya untuk kendaraan roda empat pribadi dan minibus Hiace dengan kapasitas besar.
Kendaraan berukuran besar, seperti bus dan truk, tidak dapat melintas karena adanya pohon rindang yang tidak boleh dipotong, menjaga keseimbangan lingkungan sekitar.
"Harapannya, dengan membatasi kapasitas kendaraan, kita dapat menjaga keseimbangan alam di kawasan hutan negara ini," tambahnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, pihak terkait telah berkoordinasi dengan petugas Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Upaya kerjasama juga akan dilakukan dengan masyarakat setempat, seperti Linmas dan Pecalang, guna memastikan keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan hutan negara, terutama setelah beberapa waktu lalu terjadi peristiwa perburuan liar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan petugas di TNBB. Entah itu berpatroli atau berbagai bentuk kerjasama dengan masyarakat dan aparat desa seperti linmas dan pecalang. Kami tinggal di sekitar kawasan hutan negara, sehingga perlu kerjasama yang baik untuk menjaga agar tidak terulang peristiwa yang tidak diinginkan," ungkapnya.
Kepala TNBB, Agus Ngurah Krisna, menegaskan bahwa petugas patroli di kawasan TNBB, khususnya di Teluk Prapat Agung menuju Pura Segara Rupek, harus bekerja lebih ekstra.
Pengawasan tidak hanya terfokus pada akses utama, melainkan juga dilakukan di beberapa titik di dalam hutan.
"Akses masuk di kawasan ini sangat terbuka. Bisa masuk dari mana saja. Akses utama sudah mulus, akses laut sangat dekat, akses dari rumah-rumah warga pun juga terbuka. Oleh karena itu, kami bekerja ekstra dengan melakukan pemantauan dan patroli di titik-titik tertentu, karena yang kami jaga bukan hanya hutan dan satwa, tetapi juga tanggung jawab kami kepada negara," kata Krisna. (*)