DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS - Di beberapa wilayah di Indonesia, menangkap ikan dilakukan berbagai cara, mulai dipancing, dijerat pakai bubu, dijala, bahkan yang ekstrim pakai racun.
Nah, ada cara meracun ikan ini secara tradisional, ramah lingkungan bahkan sudah dilakukan dari zaman dahulu.
Ada satu cara meracun ikan agar ekosistem sungai atau aliran air tidak rusak yakni menggunakan bahan alami. Ya, bahan racun alami itu bisa didapatkan di Pohon Tuba.
Dilansir dari laman Halodoc, tanaman Tuba atau Pohon Tuba merupakan racun alternatif sebagai pengganti pestisida sintetis. Racun dari Tuba lebih ramah lingkungan, dan aman jika terpapar pada manusia.
Sebenarnya tumbuhan ini merupakan tanaman liar, tapi dapat dibudidayakan.
Menurut sebuah kajian ilmiah, bagian akar Tuba memiliki racun (rotenone). Akar tuba segar ini kemudian ditumbuk.
Setelah itu, perah kulit tersebut dalam air, maka larutan putih akan keluar. Nah, larutan putih itulah yang secara tradisional digunakan sebagai racun ikan.
Baca Juga: Tidak Perlu Pakai Pelet, Ini 4 Umpan Alami Paling Ampuh untuk Mancing Ikan Mas di Alam Liar
Ikan-ikan yang terpapar racun pohon tuba akan mabuk dan mengapung, sehingga mudah untuk ditangkap.
Setelah beberapa jam atau beberapa hari (tergantung pada arus sungai), keadaan sungai akan pulih kembali dan bebas dari kandungan racun.
Hanya saja, racun dari akar Tuba ini lebih efektif pada ikan air tawar dibandingkan air payau atau air asin.
Selain sebagai racun, akar Tuba diketahui bermanfaat sebagai pengobatan tradisional.
Misalnya sebagai obat kudis dan sebagai bahan anti nyamuk yang ramah lingkungan. Penggunaannya juga aman, karena tidak mengganggu kesehatan manusia.
Itulah yang perlu diketahui tentang tanaman Tuba yang selain digunakan untuk meracuni ikan liar, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan manusia. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express