JEMBRANA EXPRESS - Suasana hangat perayaan Hari Umanis Galungan di Pantai Kampung Kusamba, Klungkung, Bali, Kamis (29/2), ternyata tidak hanya diramaikan oleh kedatangan warga, tetapi juga oleh gelombang sampah plastik yang mengancam keindahan pesisir tersebut.
Meskipun teriknya sinar matahari, ribuan pengunjung tetap membanjiri Pantai Kampung Kusamba untuk merayakan momen spesial ini bersama keluarga dan teman-teman.
Putu Kurnia Nanda, 20 tahun, salah satu pengunjung setia pantai ini, mengungkapkan kebiasaannya untuk mengunjungi tempat ini setiap Hari Umanis Galungan.
"Tiap Umanis Galungan, saya selalu ke sini (Pantai Kampung Kusamba, Red) bareng temen-temen. Biasanya sambil belanja makanan karena ada banyak pedagang kuliner," ungkapnya.
Namun, pesona Pantai Kampung Kusamba kali ini terhenti oleh pemandangan yang mengganggu.
Sampah plastik berserakan di sepanjang garis pantai, terutama di sekitar pelabuhan bagian timur.
Botol plastik, gelas plastik, kantong plastik, dan berbagai macam bekas wadah makanan serta pipet menjadi pemandangan tak sedap di sana.
Keprihatinan atas kondisi ini juga diungkapkan oleh seorang pedagang, Yuni, 45 tahun.
Baginya, keberadaan sampah plastik bukan hanya merusak estetika pantai, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem laut.
"Para pengunjung meninggalkan sampah begitu saja di pantai setelah makan atau minum," ujarnya dengan nada prihatin.
Meskipun demikian, para pedagang setempat bersedia untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
Mereka sadar akan pentingnya menjaga kebersihan pantai dan ekosistem laut agar tetap terjaga. ***
Editor : I Putu Suyatra