SINGARAJA, JEMBRANA EXPRESS-Kabar meninggalnya Kadek Angkasa,19, asal Desa Menyali, Buleleng, Bali, dalam tragedi tanah longsor di KM 18 Desa Gitgit, pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (9/3), memantik rasa kemanusiaan.
Pada saat pengarakan ogoh-ogoh dalam perayaan pengerupukan pada Minggu (10/3), warga di kampung halaman Kadek Angkasa menggalang dana untuk membantu keluarganya.
Penggalangan dana ini disertai dengan mengarak ogoh-ogoh dan disiarkan langsung melalui akun Facebook Semuuk Ney.
"Ajak amone ngacepang Kadek Angkasa dikedituan (Sebanyak ini yang mendoakan Kadek Angkasa di alam sana, Red)," tulis pemilik akun Semuuk Ney.
Pemilik akun ini menulis pesan untuk mengajak semua orang membantu Kadek Angkasa dengan mengedit fotonya.
Siaran langsung ini mendapat banyak dukungan dari pengguna media sosial Facebook, dan komentar doa serta dukungan untuk korban terus mengalir.
"Menyali berduka,smua pikiran menuju angkasa????banyak doa tertuju utk,mu," tulis Niluh Miadi.
Rasa NU sg percaya dek angkasa be sg NU. Semoga kamu tenang disurga dek," kata Githa Geg.
"Terbang yang tinggi angkasa???? Happy in heaven," sambung Sania Juliantini.
"Amor rink acintya.... Salut dengan gerakan donasinnya mantap lanjutkan," kata Bayu Aviero.
"Aku yg ngk kenal sama Kadek Angkasa tapi sedih nya menyentuh hati banget,semoga kamu dapat tempat terhindah di surga yaa anak ganteng,terbang lah setinggi mungkin ke angkasa,surga menanti kamu syg," kata Gek Enix.
"Tyang juga ngebayangin pas ditimbun dan pas kluarganya tau di hari raya kuningan," kata Luh Meri Mentik.
Warga menyatakan rasa duka dan menyampaikan harapan agar Kadek Angkasa dapat tenang di alam sana.
Seperti diberitakan, tragedi ini terjadi akibat hujan deras dan angin kencang di Buleleng, Bali, yang menyebabkan banjir dan longsor di beberapa wilayah.
Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, menjadi salah satu wilayah terdampak, dengan rumah dan kebun agro warga terendam banjir.
Di Desa Gitgit, longsor di jalur baru Singaraja-Mengwitani menimpa seorang pengendara sepeda motor, Kadek Angkasa, yang berhasil dievakuasi oleh Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng.
Banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di Kota Singaraja, termasuk Pantai Lovina, dan menyebabkan kerusakan di beberapa wilayah, seperti Desa Sambangan.
BPBD Buleleng telah bergerak cepat untuk menangani bencana ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama musim hujan.
"Kami sudah melakukan penanganan. Tim kami akan tetap siaga di beberapa wilayah, mengingat potensi bencana yang tinggi selama musim hujan ini," kata Kepala BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express