JEMBRANAEXPRESS - Pandemi COVID-19 turut berdampak pada kehidupan Ketut Desna (40), seorang ibu rumah tangga asal Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Warung makan yang menjadi sumber penghasilan keluarganya terpaksa tutup karena pembatasan sosial pada waktu itu.
Suaminya hanya sebagai satpam yang tidak cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Mau bagaimana lagi, Ketut Desta pun harus ikut bekerja untuk menambal kebutuhan keluarga.
"Penghasilan suami saya sebagai satpam tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi kami punya tiga orang anak yang masih kecil," ujar Desna ditemui di Taman Kota Singaraja, Sabtu (16/3/2024).
Tak ingin berpangku tangan, Desna pun mencari cara untuk menambah penghasilan keluarga.
Ia pernah berjualan balon dan mainan anak-anak di Taman Kota Singaraja. Namun, peruntungannya berubah setelah ia bertemu dengan seorang pemilik kostum badut.
"Awalnya saya dikenalkan sama teman ke orang yang punya kostum badut Pooh. Sejak itulah saya banting setir jadi badut," ungkap Desna.
Sejak dua tahun lalu, Desna menjelma menjadi badut Pooh setiap malam. Ia wara-wiri di Taman Kota Singaraja mulai pukul 6 sore hingga larut malam untuk menghibur anak-anak.
Menjadi badut bukanlah profesi yang mudah. Desna tak mematok tarif. Ia menerima berapapun yang diberikan pengunjung taman.
"Kadang dikasih Rp5.000, Rp10.000, tapi ada juga yang tidak kasih. Tapi tidak apa-apa, saya kan menghibur, tidak mengemis," tuturnya.
Desna mengaku, penghasilannya menjadi badut tak menentu. Ia mengaku terkadang merasa sedih saat disalahartikan sebagai pengemis.
"Sakit sekali kepala saya (disebut pengemis)," ucapnya lirih.
Meski berat, Desna tetap bersyukur dan menjalani pekerjaannya dengan penuh semangat. Bagi Desna, menjadi badut bukan hanya sekedar mencari uang, tetapi juga cara untuk berinteraksi dengan anak-anak dan memberikan kebahagiaan bagi mereka.
"Yang penting halal," kata Desna. "Dan ini saya sudah jalani selama 2 tahun."
Namun, di balik senyum Pooh yang ceria, Desna mengaku tetap menyimpan kerinduan. Ia menginginkan pekerjaan tetap dengan penghasilan yang stabil.
"Mau bagaimana lagi, ini jalan yang bisa saya ambil untuk sekarang," imbuhnya.
Penghasilan Desna sebagai badut taman memang tak menentu. Namun, ia bersyukur terkadang mendapat tawaran mengisi acara ulang tahun.
"Kalau acara ulang tahun, ya bisa dibayar ratusan ribu. Tapi tetap dibagi dengan pemilik kostum," ungkapnya.
Terlepas dari berbagai keterbatasan, semangat Ketut Desna untuk meraih kehidupan yang lebih baik tak pernah padam. Ia terus berjuang demi masa depan anak-anaknya.
"Meskipun tidak sebanding dengan punakawan, kehadiran saya sebagai badut Pooh mudah-mudahan bisa memberikan hiburan," pungkasnya. ***
Editor : Y. Raharyo