DENPASAR, JEMBRANA EXPRESS-Seorang anak berusia 17 tahun inisial GG mengalami trauma, ketakutan dan kegelisahan akibat penganiayaan yang dilakukan tetangga rumahnya.
Tindak penganiayaan dan kekerasan itu dilakukan terduga pelaku berinisial JT pada Hari Raya Nyepi, Senin (11/3) lalu.
Selain kekerasan, GG yang diketahui sudah ditinggal meninggal ayah dan ibunya atau yatim piatu itu diancam akan ditusuk dan rumahnya dibakar.
Korban telah melaporkan masalah ini kepada Polda Bali, namun sampai saat ini, tersangka yang diduga berusia 55 tahun belum ditangkap oleh pihak berwenang.
Hal ini membuat GG merasa tidak aman, terutama karena dia tinggal bersama dua adik perempuannya yang masih kecil, berusia 9 dan 12 tahun.
Kasus ini menjadi heboh setelah Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya, mengungkapkannya melalui akun Facebook miliknya pada Senin (18/3).
Ismaya Jaya menjelaskan bahwa GG dan adik-adiknya sebelumnya pernah viral karena menjual nasi jinggo, dan yayasan tersebut telah membantu biaya sekolah mereka sejak ayah mereka meninggal.
“GG meminta perlindungan hukum kepada yayasan karena mengalami kekerasan oleh tetangga saat Nyepi,” ungkap Ismaya.
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, mengaku masih memeriksa kasus ini ketika dikonfirmasi. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express