JEMBRANAEXPRESS - Imbauan untuk tidak melintasi jalur Rendang selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih tampaknya masih diabaikan oleh beberapa sopir truk pengangkut material galian C. Sebagian dari mereka tetap membandel dan membohongi petugas kepolisian.
Dari pantauan, terlihat beberapa truk masih melintas di jalur Selat menuju Rendang, maupun di jalur Bukit Jambul dari arah Klungkung.
Padahal, jalur tersebut telah ditetapkan sebagai jalur khusus bagi pemedek yang hendak menuju Pura Besakih dalam pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih.
Sebetulnya, Polres Karangasem sudah menyiapkan jalur alternatif bagi truk pengangkut material galian C tersebut, yaitu melalui Sidemen.
Hal ini bertujuan untuk menghindari kemacetan selama prosesi nyejer dalam rangkaian karya IBTK yang berlangsung selama 21 hari.
Kasat Lantas Polres Karangasem AKP I Komang Sapta Pramana mengungkapkan, pihaknya sebetulnya telah memberikan imbauan kepada para sopir truk untuk tidak melintasi jalur Rendang.
Namun, dia mengakui, masih ada saja yang melanggar dan berdalih bahwa mereka ingin menurunkan material di Rendang. Akan tetapi, petugas kepolisian dibohongi.
"Ternyata setelah kami cek, mereka ingin menuju Klungkung dan Gianyar," ujar Sapta Pramana, Senin (1/4).
Hingga saat ini, tindakan yang diambil masih sebatas imbauan dan patroli rutin di wilayah Selat, Rendang, dan Besakih.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi truk yang membandel dan parkir di pinggir jalan.
Meskipun prosesi IBTK masih berlangsung hingga 14 April 2024, Sapta Pramana mengatakan pihaknya telah mendapat bantuan personel BKO dari Polda Bali dan Ditlantas Polda Bali.
"Dengan penebalan personel ini, kami berharap dapat mengamankan IBTK secara maksimal dan memberikan pelayanan kepada para pemedek yang ingin melakukan persembahyangan," tuturnya. ***
Editor : Y. Raharyo