WASPADA! Salah Satu Kabupaten di Bali Alami Lonjakan Kasus DBD: Direktur RSUD Sebut Mengkhawatirkan, 3 Meninggal, Tambah Kapasitas Ruangan
I Dewa Gede Rastana• Kamis, 25 April 2024 | 20:43 WIB
DIRAWAT : Salah satu pasien DBD yang dirawat di RSUD Klungkung. (istimewa)
JEMBRANA EXPRESS - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Klungkung, Bali melonjak tajam tahun ini (2024). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung pun harus menambah kapasitas ruangan untuk menampung pasien yang terus meningkat.
Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nengah Winata, mengonfirmasi bahwa kasus DBD di Klungkung tahun ini masuk kategori dahsyat.
Menurut dr. Winata, kasus DBD tidak memandang status sosial, melainkan menyerang siapa saja, terutama yang tinggal di lingkungan yang kurang bersih.
“Tahun ini kasus DBD benar-benar mengkhawatirkan,” ujarnya.
Jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Klungkung dari Januari hingga April terus meningkat secara signifikan.
Pada Januari, terdapat 61 pasien yang dirawat, sementara pada Februari jumlahnya meningkat menjadi 91 pasien.
Lonjakan yang lebih besar terjadi pada bulan Maret, dengan 127 pasien, dan pada April, jumlah pasien yang dirawat mencapai 156 orang.
Dari jumlah tersebut, masih ada 31 pasien yang sedang dirawat, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.
Yang lebih menyedihkan, dalam rentang Januari hingga April, terdapat 3 pasien DBD yang meninggal dunia.
Salah satu contoh dari situasi ini adalah Bangsal Bakas, yang memiliki 30 tempat tidur plus 3 tempat tidur cadangan, semuanya telah terisi oleh pasien, sebagian besar di antaranya adalah pasien DBD.
“Tahun lalu, kasus DBD tidak sebanyak ini. Lonjakan kasus seperti sekarang, saya tidak yakin apakah ini merupakan siklus tahunan,” ungkapnya.
Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung, drg. Gusti Ayu Ratna Dwijayanti, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kasus DBD dengan melakukan fogging dan pembagian serbuk abate.
“Petugas kami hampir setiap hari turun melakukan fogging. Abate sudah kami bagikan ke setiap desa. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak desa untuk membantu dalam gerakan 3M. Sekarang, kita bergantung pada partisipasi masyarakat,” katanya.
Ditambahkannya, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan rutin melakukan gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur). Menurutnya, langkah-langkah ini sangat efektif dalam menekan penyebaran DBD.
“Saya ingin mengingatkan kembali kepada semua orang, mari bersama-sama peduli terhadap kebersihan lingkungan, lakukan gerakan 3M secara rutin, dan jika diperlukan, abate dapat diminta kepada petugas kami di puskesmas,” tambahnya.
Fakta Fakta Kasus DBD di Klungkung:
Kasus DBD di Klungkung tahun ini masuk kategori "dahsyat".
Jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Klungkung dalam rentang Januari-April 2024:
Januari: 61 orang
Februari: 91 orang
Maret: 127 orang
April: 156 orang (hingga 25 April 2024)
3 pasien DBD meninggal dunia dalam rentang Januari-April 2024.
Sebagian besar pasien DBD adalah anak-anak.
Pasien DBD di Bangsal Bakas RSUD Klungkung: 30 tempat tidur + 3 tempat tidur cadangan (semua terisi pasien DBD).
Upaya Pencegahan:
Dinkes Klungkung terus melakukan fogging dan membagikan abate ke desa-desa.
Koordinasi dengan pihak desa untuk membantu gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur).