JEMBRANA EXPRESS - Jerome Janes Mathew, seorang pemuda, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di rumahnya, di Perumahan Teratai Nuansa Permai Blok 3, Banjar Mukti, Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali pada Selasa (30/4).
Kejadian ini terkuak setelah orang tuanya curiga dengan bau yang tidak sedap dan segera melaporkannya ke Polsek Sukawati.
Diduga, korban telah meninggal sekitar empat hari sebelumnya.
Kompol I Wayan Johni Eka Cahyadi, S.E., Kapolsek Sukawati, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula ketika ibu korban, Joyske Stayavin Novrita Larope, yang datang dari Manado, hendak menengok anaknya.
Namun, saat tiba di rumah korban, ia tidak bisa membuka pintu dan mencium bau yang tidak sedap dari dalam.
Selanjutnya, ia tidak bisa menghubungi korban.
Dilanjutkan dengan upaya membuka pintu yang tidak membuahkan hasil, Joyske Stayavin Novrita Larope meminta bantuan kepada Yohanes Arief Harianto, ayah korban.
Mereka kemudian meminta bantuan kepada mantan pegawai untuk membuka pintu tersebut.
Setelah berhasil membuka pintu, mereka menemukan keadaan yang mencekam di dalam.
Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan, mereka segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Personel Polsek Sukawati, dengan diizinkannya ibu korban, membuka paksa pintu kamar korban.
“Melihat dari kondisi Korban, diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari 4 hari, dimana wajah korban sudah mulai busuk dan berulat,” ujar Kompol I Wayan Johni Eka Cahyadi.
Korban kemudian dievakuasi oleh tim dari PMI Kabupaten Gianyar dan BNPB Kabupaten Gianyar ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Mengingat kondisi korban yang sudah membusuk dan tanpa tanda-tanda kekerasan, kami sangat merekomendasikan untuk melakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya," kata Kapolsek.
Meski demikian, keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah.
Mereka menyatakan bahwa Jerome Janes Mathew, yang dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan gemar bermain game, terakhir kali berhubungan melalui telepon pada tanggal 24 April 2024.
Kapolsek juga menjelaskan bahwa korban dalam kesehariannya memang susah dihubungi.
"Korban merupakan anak yang introvert. Kesehariannya disibukkan dengan membuat game dan kuliahnya," ungkap Kapolsek. ***