JEMBRANAEXPRESS - Video joged bumbung yang dipertontonkan di Desa Songan, Bangli, Bali, masih menjadi perbincangan hangat. Video tersebut viral di media sosial karena dinilai tidak sesuai norma dan etika seni atau tidak senonoh.
Sosok yang menjadi sorotan adalah JD, seorang pemangku yang ikut ngibing joged tak senonoh atau joged jaruh ini.
Aksinya dinilai tidak pantas dan dianggap mencemari budaya adiluhung tersebut karena tarian erotis.
Menanggapi hal ini, Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali dan Satpol PP memanggil JD, pemangku yang ngibing dan penari joged bumbung tersebut.
Keduanya dimintai keterangan dan edukasi terkait kesenian joged bumbung yang bermartabat.
Dalam pertemuan tersebut, JD mengungkapkan alasan di balik aksinya yang viral.
Ia menjelaskan bahwa saat itu, ia sedang melaksanakan wali/piodalan di merajan alit di rumahnya.
Acara itu sebagai bentuk rasa syukur atas pelunasan kredit pembelian truk, JD berjanji untuk mengundang joged barung 3.
Yang menarik, JD mengungkapkan alasan bagaimana bisa dia ikut tampil ngibing dengan penari joged tersebut.
Ceritanya, setelah JD ngantab pebaktian, tarian joged digelar dengan penari AR asal Buleleng.
Nah, saat itu anak-anknya tidak ada yang berani ngibing atau merasa malu ngibing.
Karena itu, JD ditunjuk untuk ngibing sebagai wakil dari keluarga, JD bersedia, dan terjadilah dia ngibing tak senonoh dengan penari joged bumbung tersebut.
Dia pun mengatakan, bahwa penunjukan dirinya untuk ngibing itu berlangsung secara spontan dan dia menyadari dampak ikutannya.
Pamong Budaya Ahli Muda, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Mahardika mengajak seluruh seniman Bali dalam berkesenian dan melestarikan budaya membutuhkan kerjasama yang kuat dan solid agar tidak ada pelanggaran etika dan norma dalam menampilkan gerakan tari saat pertunjukan (gerakan tarian wajib disesuaikan dengan pakem).
"Selain itu, pakaian atau kostum yang sudah sesuai dengan aturan agar tidak diubah sesuka hatinya. Karena banyak kita temukan saat ini penari joged yang menggunakan kain di atas lutut atau dengan sepakan di atas paha," katanya.
Da khawatir kalau ini terus terjadi, maka secara perlahan akan membuat kesenian dan budaya Bali semakin terimpit dan cedera dikarenakan ulah oknum seniman yang tidak paham.
Penari AR dan pengibing JD setelah memberikan klarifikasi terkait video joged tak senonoh yang viral, keduanya menandatangani Surat Pernyataan untuk tidak mengulangi kejadian itu di kemudian hari. ***
Editor : Y. Raharyo