BUELENG, JEMBRANA EXPRESS-Paska insiden kakak beradik bunuh diri akibat himpitan beban ekonomi, Dinas Sosial Buleleng merilis bantuan untuk anak-anak yatim piatu.
Bantuan yang disebut program dari Kemensos ini dirancang untuk memberikan bantuan langsung kepada anak-anak yang membutuhkan, sebesar Rp 200 ribu setiap bulan yang disalurkan langsung melalui ATM kepada penerima.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk memastikan anak-anak yatim piatu mendapatkan dukungan finansial yang memadai.
Di Kabupaten Buleleng, berdasarkan data terbaru dari Dinas Sosial Buleleng, terdapat 421 anak yatim piatu, dengan 392 anak tinggal di luar panti asuhan dan 29 anak berada dalam panti asuhan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra, menyatakan bahwa untuk memastikan program ini tepat sasaran, anak-anak yatim piatu diwajibkan untuk terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain bantuan tunai, anak-anak yang masih dalam masa pendidikan juga mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan bantuan khusus untuk yatim piatu (YAPI).
Program ini bertujuan agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan mereka hingga tuntas, sehingga memiliki masa depan yang lebih baik.
Kriteria penerima bantuan didasarkan pada hasil assessment yang ketat. Anak-anak yang memenuhi kriteria fakir miskin dan tidak memiliki penanggung jawab atau pengasuh yang memadai akan diprioritaskan.
Jika tidak ada pengasuh yang mampu, anak-anak tersebut akan didorong untuk masuk ke panti asuhan.
"Jika terdapat anak yatim piatu yang keluarganya masih mampu, mereka tidak akan mendapatkan bantuan," ungkap Putu Kariaman Putra pada Selasa (28/5).
Selain mendata ratusan anak yatim piatu, Dinas Sosial juga mencatat terdapat 559 anak terlantar, terdiri dari 264 anak laki-laki dan 295 anak perempuan.
Dinas Sosial Buleleng terus berkoordinasi dengan pendamping desa untuk memastikan data ini selalu terbarui dan akurat.
Melalui program ini, diharapkan anak-anak yatim piatu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang dan mencapai masa depan yang lebih baik. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express