Bali Ekonomi Bisnis Features Hukum Kriminal Lifestyle Nasional Olahraga Opini Pojok Mekepung Politika Sosok Taksu Wisata

Sekda Sedana Merta Resmi Membuka Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024

I Wayan Adi Prabawa • Kamis, 6 Juni 2024 | 01:32 WIB

PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem I Gede Dana membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).
PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem I Gede Dana membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).

AMLAPURA, JEMBRANA EXPRESS - Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024 resmi dibuka, Selasa (4/6).

Pembukaan ditandai pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem, I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem Gede Dana.

Baca Juga: Remaja 16 Tahun di Jembrana Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Oleh Kakak Iparnya Sejak Tiga Tahun Lalu
Festival budaya itu akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di Desa Tenganan Pegringsingan, Manggis, Karangasem.

Dalam kesempatan itu turut dihadiri oleh Kasi Kementrian Pariwisata RI berbagai pejabat Forkopimda, PHRI, serta instansi terkait pariwisata dan budaya.

Sekda I Ketut Sedana Merta dalm sambutanya mewakili Bupati Karangasem, I Gede Dana menyampaikan bahwa Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu desa tertua di Kabupaten Karangasem dengan keunikan budaya dan tradisi yang masih terjaga.

Desa ini dikenal sebagai Desa Bali Aga, yang mempertahankan kebudayaan masa pra-Majapahit.

PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta saat membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).
PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta saat membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).

"Desa Tenganan Pegringsingan terkenal dengan tradisi perang pandan atau mekare-kare, sebuah upacara persembahan untuk menghormati leluhur dan Dewa Indra, Dewa Perang," ujarnya.

Baca Juga: Celaka! Malam-Malam Truk Kecelakaan Masuk Rumah Warga di Karangasem, Kondisi Sopir Mencemaskan
Selain itu, desa ini juga dikenal dengan kerajinan tenun ikat ganda kain Gringsing yang unik dan menjadi daya tarik wisatawan.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak para undangan untuk melihat dan membeli produk tenun Gringsing khas Tenganan Pegringsingan yang dipamerkan di rumah-rumah penduduk.

Ia juga menyoroti dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Namun, dengan mulai bangkitnya berbagai sektor pada tahun 2022, festival ini diharapkan dapat menjadi momentum pemulihan ekonomi dan promosi UMKM di Karangasem.

Festival ini juga diharapkan dapat mendukung promosi tradisi Geret Pandan dan meningkatkan pemahaman tentang kepariwisataan bagi para pengelola wisata di Kabupaten Karangasem.

Baca Juga: Polisi Pulang dengan Tangan Kosong, Ternyata di Mengwi Hanya Ada Gudang Bekas Pengoplos GasDengan adanya festival ini, diharapkan perekonomian Karangasem semakin bangkit dan dikenal luas oleh wisatawan, serta memperkuat identitas budaya lokal.

"Selain promosi, pengembangan SDM dan peningkatan pemahaman tentang kepariwisataan bagi pengelola wisata juga menjadi fokus pada acara ini," tambah Sedana Merta.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha menambahkan bahwa peserta pameran festival adalah UMKM yang dibina oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem, serta Dekranasda Karangasem.

Baca Juga: Bikin Nyesek! Alasan Ni Koming Mas Rachma Putri Nekat Melompat dari Jembatan di Sukawati, Gianyar

PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem I Gede Dana membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).
PEMBUKAAN: Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta mewakili Bupati Karangasem I Gede Dana membuka acara Tenganan Pegringsingan Culture Festival 2024, pada Selasa (4/6).

Beberapa kegiatan festival antara lain pameran UMKM, tradisi Geret Pandan pada 5 dan 6 Juni 2024, workshop pengelolaan sampah untuk siswa SMP, workshop food plating dan food garnishing untuk siswa SMK, lomba kreativitas generasi muda, lawak Bali, hiburan artis Bali, serta tarian tradisional dari SLBN 1 Karangasem dan sanggar tari dan penampilan solo penyanyi Tunanetra low vision ni Komang ayu istiani dan penyanyi solo tunanetra buta total Putu Raina Ireswi.***

Editor : I Gde Riantory Warmadewa
#festival budaya #Desa Tenganan Pegringsingan #karangasem #Sekda Karangasem #gede dana #Sedana Merta #bupati karangasem