MANGUPURA, JEMBRANA EXPRESS - Dalam upaya untuk mengurangi angka pengangguran terbuka, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung memutuskan untuk menghentikan penyelenggaraan bursa kerja (job fair) tahunan. Hal ini disebabkan karena job fair tersebut dinilai tidak efektif dalam menyerap tenaga kerja.
Sebagai gantinya, Pemerintah Kabupaten Badung bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk memberikan pelatihan kepada para pencari kerja sebelum mereka disalurkan ke industri.
Kepala Disperinaker Badung, Putu Eka Mertawan, menyatakan bahwa hasil evaluasi menunjukkan bahwa job fair yang diadakan setiap tahun tidak banyak berhasil menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, pola penanganan masalah ketenagakerjaan diubah dengan memperkuat kerjasama dengan LPK dari hulu.
"Bursa kerja tidak efektif, dengan kerjasama LPK, para pencari kerja dilatih terlebih dahulu sebelum disalurkan sesuai dengan bidang pekerjaan," ungkap Eka Mertawan pada Minggu (9/6).
Menurutnya, upaya kerjasama ini diharapkan dapat memberikan kepastian kerja karena kebutuhan industri saat ini mengharuskan pekerja memiliki sertifikasi. Dengan demikian, fokus utama saat ini adalah pada pengembangan kompetensi dan kemampuan spesifik.
"Efeknya akan terasa, karena pekerja yang telah dilatih memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri," tambahnya.
Eka Mertawan juga menekankan bahwa penyaluran tenaga kerja tidak hanya terbatas di dalam negeri, melainkan juga mencakup peluang kerja di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya bergantung pada job fair setahun sekali, tetapi lebih mengedepankan hasil yang maksimal dari setiap upaya yang dilakukan.
Diketahui, Disperinaker Kabupaten Badung telah merancang empat inovasi utama untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, seperti Inovasi Badung Siap Kerja Mandiri, Inovasi Pelatihan Kerja Produktif dan Mandiri, Magang Kerja Merdeka, dan Inovasi Pekerja Kompeten.
Dimana capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Badung tahun 2023 mencapai 83,08, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 82,13. Sementara tingkat pengangguran terbuka di Badung pada tahun 2023 turun signifikan menjadi 2,72 persen dari 6,87 persen pada tahun 2022.***
Editor : I Gde Riantory Warmadewa