JEMBRANAEXPRESS.COM-Pencarian I Made Sulandri, nelayan yang tenggelam di Pantai Bunutan, Abang, Karangasem terkendala cuaca buruk.
Tim SAR gabungan telah menyisir laut Bunutan sejak Sulandri dilaporkan hilang tenggelam lima hari lalu namun kondisi cuaca buruk mengganggu proses pencarian.
Sayangnya, hingga hari kelima pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan tersebut.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, menyatakan bahwa tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, Balawista, Satpolairud Polres Karangasem, dan pihak lainnya.
Mereka menghadapi hujan deras dan gelombang tinggi selama pencarian.
"Pencarian hari ini terkendala hujan deras, angin kencang, serta gelombang tinggi di laut yang mencapai 1,5 meter," ujar Eka Wiadnyana, Rabu (3/7/2024).
Karena kondisi ini, pencarian sempat dihentikan sekitar pukul 11.00 dan dilanjutkan saat cuaca lebih mendukung.
"Selama pencarian, kami juga dibantu oleh nelayan setempat. Kami berharap korban bisa segera ditemukan," tambahnya.
Sebelumnya, I Made Sulandri diduga terjatuh saat melaut pada Sabtu (29/6/2024) sekitar pukul 04.00.
Sekitar pukul 06.00 WITA, seorang nelayan bernama I Made Rauh melihat jukung yang biasa digunakan oleh Sulandri kosong di tengah laut.
Setelah melihat kondisi tersebut, para nelayan lainnya mencoba melakukan pencarian, tetapi tidak membuahkan hasil.
Para nelayan kemudian menarik jukung yang dibawa oleh Sulandri ke pesisir pantai dan melaporkan kejadian ini, sehingga Basarnas Karangasem segera melakukan pencarian pada hari itu juga. (*)
Editor : Suharnanto Jembrana Express